37 Polisi

Betapa hebatnya kampung kami. Untuk melindungi dari sasaran penjahat, setidaknya ada 37 polisi yang setia berjaga di sepanjang jalan. Hanya saja, semua polisi itu kerjanya tidur melulu. Ya pantas saja, karena itu polisi ridur haha..

Itulah kondisi jalan menuju rumah (bapak) saya. Sepanjang jalan dari Banjaran sampai depan gang menuju ke rumah, setidaknya ada 37 polisi tidur. Sialnya, polisi tidur itu dibuat nggak sama, ada yang sangat besar, ada juga yang normal, tapi sebagian besar nggak normal.

Rasanya aneh saja, dulu waktu jalan itu sangat-sangat butut, orang pada protes minta diperbaiki supaya mulus. Nah sekarang jalan sudah mulus karena dihotmix, eh di’rusak’ dengan polisi tidur itu. Memang dilema juga sih, kalau nggak ada polisi tidur, para biker -termasuk saya- pasti bakal kekebutan. Alhasil, banyak terjadi kecelakaan karena tabrakan sama motor. Apalagi kalau malam. Cuma ya itu tadi, bolehlah bangun polisi tidur, tapi ya yang rasional lah. Masa tiap 10 meter ada polisi tidur? Kapan ngegasnya? Malah jadi hambur bensin. Dan yang pasti merusak motor.

Yang paling kasihan sebenarnya bukan pengendara motor, tapi tukang keretek dan penumpangnya. Apalagi kalau penumpangnya itu ibu hamil. Coba bagaimana kalau ada apa-apa dengan kehamilan para ibu-ibu gara-gara polisi tidur? Saya saja merasakan sangat nggak enak alias teu enakeun kalau melintasi polisi tidur.

Jadi, kapan kalian bangun, para polisi tidur? heuheu

*ditulis ketika nggak ada kerjaan karena masih  menunggu naskah hasil layoutan heuheu

Ada komentar?

%d bloggers like this: