Nostalgi[L]a

BEBERAPA hari terakhir saya jadi sering datang ke kampus. Waktu Jumat pekan kemarin, saya ke kampus, ke MIPA tepatnya. Waktu itu, saya ke sana karena ada teman yang baru pulang mudik mau liburan (Tapi kok bawa banyak buku? :D).

Nah senin kemarin saya ke sana lagi. Kali ini karena ada janji mau ketemuan sama seorang teman yang sudah menjadi tukang ngukur jalan untuk media di Jakarta sana, media yang waktu kuliah sering kami bahas, sering kami baca, dan kadang didiskusikan.
Awalnya mau ketemuan pas hari Sabtu, sekalian reunian dengan dua orang teman yang datang jauh-jauh dari Bogor ke Bandung. Tapi sayang, ternyata mereka nggak jadi ke kampus, karena sedang sibuk belanja-belanji buat nikah. wew.

Tiba di kampus jam 2 sore, ternata teman saya sudah menunggu lama. Ya iya lah, janjinya jam 1, saya datang satu jam kemudian hehe.. Selain si U, ada para pengurus UPM, jamen dan rud tankian. Juga ada anggota baru yang juga sodara saya.

Dan kita pun nostalgila bareng, mengingat masa-masa jaman jahiliyah, ketika masih jadi mahasiswa. Ketika sok jadi aktipis padahal aktebal. Ketika menggosipkan pejabat kampus bersama programnya serasa menyenangkan dan tanpa beban. Bergosip di sekre sampai larut malam, sampai harus diusir secara halus -dan kadang dipaksa- oleh penjaga makam PKM. Ah.. mengenang masa lalu memang seringkali menyenangkan.

Padahal, kenyataannya nggak seperti itu. Dulu, saya suka bosan juga ketika tiap hari tinggal di sekre. Mengerjakan media, diskusi, dan kadang deg-degan karena beritanya tak disukai sama paduka yang mulia rektor dan kawan-kawannya. Kadang rasa bosan datang ketika harus mengurusi tetek bengek organisasi, sementara teman-teman se jurusan sedang asyik (atau dipusingkan?) dengan tugas akhir dan skripsi.

Waktu itu, kadang rindu juga jadi mahasiswa biasa, yang datang ke kampus cuma untuk belajar di kelas, main dan foya-foya, lalu pulang lagi ke rumah. Tapi itu dulu, ketika masih jadi mahasiswa. Sekarang? Semuanya rasanya terasa indah, dan terkadang ingin kembali terlibat aktif dalam kepengurusan. 😀

Kami pun ngobrol banyak, dari hal-hal sepele sampai masalah organisasi. Juga berkeliling di sekitar PKM yang sekarang sudah tambah bagus, sudah ada kantinnya. Padahal, dulu, kalau mau makan, kita suka beli nasi dan kawan-kawannya dari luar kampus. Merepotkan memang, tapi menyenangkan, karena kita bisa makan bareng-bareng di sekre.

Tapi kok sekarang sekre -dan seluruh PKM- serasa seperti kantor daripada tempat ngumpul mahasiswa yah? Apalagi sudah nggak bisa lagi tidur di sana. Tidak bisa sama sekali. Ah, kenapa sih Pak rektor, anda tidak mendukung kegiatan mahasiswa yang satu ini? Kan banyak manfaat bisa tidur di sekre? (salah satunya tak usah bayar kosan :D)

Ah nostalgila lagi.

0 Thoughts.

  1. mungkin niatnya buat ngebagusin ruangan…tapi jadi ga enak ati dipake buat nginep

    ========

    tapi akibatnya aktivitas kegiatan mahasiswa mati bu.. mahasiswa sekarang cuma jadu kupu-kupu, kuliah pulang kuliah pulang 😀

  2. wah… mas ini juga dulu pernah aktif di PKM ya 🙂
    sama seperti saya, sekarang saya juga aktif di media kampus. serasa seneng aja sama dunia jurnalistik. tapi paling gag seneng ngeliput… (gubraaaaak !!! he:-) )

    ===============
    wah media apa bu namanya? ayoo rame lo liputan teh… bisa kenal sama orang terkenal hehehe

Ada komentar?

%d bloggers like this: