Education Make a Difference

Seperti biasa, sejak jadi kalong, saya jadi nggak bisa tidur sebelum jam 1 atau 2 pagi. Bahkan, kadang jam 3 baru tidur, padahal mata sudah sangat ngantuk, tapi tetep nggak bisa tidur Makanya TV jadi salah satu hiburan. Untung masih ada berita, acara olahraga atau film yang rame.

Seperti tadi malam. Tadinya, setelah nonton acara olahraga (namanya apa yah?) di trans7 saya mau tidur, maksain, supaya bisa nulis buat kompetisi blog. Tapi, ternyata ada film bagus, rame. Judulnya Shackles. Film tentang upaya Virgil menyelenggarakan pendidikan bagi tahanan yang masih remaja, sebuah tema yang sangat jarang diangkat jadi sebuah film.

Shackles

Jadi, ceritanya, si Virgil ingin agar tahanan yang masih remaja diberi pendidikan, supaya ketika mereka keluar penjara, mereka bisa hidup lebih baik. Untuk itu, dia memanggil sejumlah guru, salah satunya Ben Cross (DL Hughley), seorang guru matematika sekaligus Bahasa Inggris. Kebetulan, dia sedang nganggur karena dipecat gara-gara melakukan tindak kekerasan pada siswanya.

Namanya juga penjara, pastinya para tahanannya juga sangar-sangar. Seperti Gabriel Garcia, yang ditahan karena tuduhan pembunuhan. Ada juga si Pretty, yang mengaku mengidap HIV dan ditahan karena tuduhan mengedarkan narkoba.

Hampir semuanya sadar, mereka bukan apa-apa. Mereka hanya sampah masyarakat. Karena itu, mereka merasa pendidikan bukan hal yang penting. Maka sudah dipastikan, kelas yang diadakan si Virgil kosong melompong. Di kelasnya Cross, yang masuk cuma satu orang, si Minnow, si buta huruf yang dipenjara hanya karena mencuri jam tangan.

Jelas aja si Cross kecewa. Maka dia datangi para tahanan yang sibuk ribut dan basket. Dia nantang si Gabriel buat adu basket. Kalau si Cross menang, mereka harus masuk kelas. Jika kalah, si Cross jadi pecundang. Hasilnya? Cross kalah, dan ia nggak berhasil mengajak mereka masuk kelas.

Anehnya, ternyata Gabriel dan kawan-kawan ternyata ikut masuk kelas. Kata G, dia masuk karena ingin mempecundangi si Cross untuk kedua kalinya. Maka, dimulailah pembelajaran di kelas itu.

Di kelas, Cross mengajarkan puisi. Dia menyuruh siswa yang bedegong itu untuk mengungkapkan isi hatinya, termasuk si G. Awalnya, Gabriel menolak, hanya menceracau nggak jelas tentang kebenaran dan omong kosong. Tapi, Cross melihat ada hal tersembunyi pada Gabriel:dia pandai berpuisi, sehingga diikutkan pada kompetisi puisi tingkat SMA hingga bisa bisa masuk semifinal. (entahlah, apakah kicauannya yang ga jelas itu termasuk puisi yah?)

Namun, di tengah gegap gempita keberhasilan Gabriel masuk semifinal, terjadi insiden yang membuat gubernur setempat memutuskan menutup sekolah itu. Awalnya Cross nggak setuju, tapi ia kalah, apalagi setelah mereka tahu sejarah buruk Cross. Namun, ia minta satu syarat, semifinal lomba puisi diadakan di penjara, agar si Gabriel bisa ikutan.

Awalnya, siswa Shackles (oh iya, nama sekolahnya itu) nggak tahu kalau sekolahnya bakal ditutup. Namun, saat mau naik pentas, si penjaga Gabriel bocorkan hal itu. Tentu saja, Gabriel yang sudah menyadari pendidikan adalah kunci perbedaan dia, sehingga nggak bakalan masuk lagi tempat itu, jadi gusar.

Maka, dengan keahliannya merangkai kata-kata, ia provokasi tahanan (yang nonton) untuk mengampanyekan sekolah di penjara. Awalnya damai, namun keadaan semakin memanas, dan mengakibatkan kekacauan. Bahkan, Cross tertusuk! Lalu bagaimana kelanjutannya? Nonton aja sendiri ah hehe..

Meski film ini sarat kata-kata kotor dan rasis, namun intinya sangat keren. Pendidikan bisa membuat perbedaan. Bahwa, para tahahanan pun (yang dianggap sampah masyarakat) mempunyai hak untuk mengenyam pendidikan layaknya warga lain. Wew, tadinya mau bikin resensi, kenapa jadi sinopsis yah? hehe.

Btw, saya kadang heran, kenapa banyak film berkualitas yang tayang justru pada tengah malam? Malam kemarin, misalnya, ada film Big Daddy, tentang laki-laki yang ingin dianggap dewasa lalu mengadopsi anak yatim. Ada juga film Hotel Rwanda, atau Aquamarine. Asa aneh, padahal populasi penonton TV jam 1-2 pagi saya pikir sangat sedikit. Tapi, bagus juga lah buat saya yang kalong, jadi ada hiburan πŸ˜†

0 Thoughts.

  1. menonton lah….karena dia akan menjadi sebuah energi untuk menghadapi dunia….
    -noname-

  2. Heeee…. mungkin karena pilem yang beginian justru ga populer, bukan box office, mungkin? Makanya ditayangkannya tengah malem buta. πŸ˜€ Yang ditayangin pas prime time justru malah yang terkenal… 😐
    Yap, dengan pendidikan, bisa merubah segalanya. πŸ˜‰

  3. Sy juga kadang memiiki perasaan spt anda, apalagi kalo Filmnya bagus ditayangin leat tengah malam πŸ™

    btw: permintaan link sudah sy laksanakan di link SObat dgn nama ‘HAHN’ silahkan dicek, ditunggu link baliknya :mrgreen:
    Maaf baru ditanggapi,
    Salam hangat & sukses selalu untukmu

    ____________________
    makasih kang. btw linknya udah dipasang, di halaman jalan-jalan πŸ˜€

  4. Kayak saya belum nonton deh tapi dari penjabarannya sangat menarik sekali.

    “Btw, saya kadang heran, kenapa banyak film berkualitas yang tayang justru pada tengah malam?”

    Biasalah trik stasiun TV. Just My Opinion.

  5. jadi rancu, apa maknanya pembelajar dan terdidik dengan pintar dan terpelajar
    ______________________
    ya bedalah..
    *lirik ceurin dan ceurik*

    :mrgreen:

Ada komentar?

%d bloggers like this: