Berpikir Positif dan Rasional

Seorang suami muda yang istrinya baru melahirkan sedang kebingungan. Pasalnya, anaknya yang sudah ditunggu sejak lama ternyata tidak seperti yang dia bayangkan sebelumnya. Dia dan sang istri tercinta bisa dibilang putih. Namun, kulit bayi yang baru lahir itu tidak seperti mereka, namun cenderung lebih gelap. Bahkan hitam.

Pikirannya lantas ke mana-mana. Berbagai prasangka muncul di kepalanya yang mulai tak bisa berpikir jernih. Untungnya dia masih bisa menahan diri, dan berusaha menghilangkan prasangka. Dengan pikiran yang masih kebingungan, datanglah dia ke Rasul untuk menanyakan masalah tersebut.

“Ya Rasulullah, kulit saya putih. Kuit istri saya pun sama putih. Tapi kenapa kulit anak saya yang baru lahir warnanya hitam?” tanya si lelaki yang tampak masih kebingungan.

Apa jawaban Rasul? Rasul menjawab dengan bijak, sederhana, dan rasional alias masuk akal. Jawaban yang bahkan bisa diikuti dan dipahami oleh orang dusun seperti si penanya.

“Apa kamu punya unta?” tanya Rasul kepada si penanya.
“Punya ya Rasul.. Saya punya unta di rumah,” jawabnya masih kebingungan, karena belum menangkap maksud Rasul.
“Warnanya apa?”
“Warnanya coklat.”
“Lalu apakah ada di antara anak unta yang induknya berwarna coklat itu yang warnanya abu-abu?” Rasul bertanya lagi.
“Oh iya, ada.. ada.. ada anak unta yang warnanya abu-abu, bukan coklat,” ujar si lelaki dengan gembira, karena seperti mendapat pencerahan.
“Kira-kira kenapa warna si unta bukan coklat?”
“Mmmmm.. Mungkin karena leluhurnya ada yang warna abu-abu,” jawab si lelaki semakin girang.

Pelajaran sederhana dan masuk akal. Di kemudian hari pelajaran ini diketahui sebagai ilmu genetika.

Pelajaran hari ini: Hilangkan prasangka buruk. Selalu berpikir jernih. Selalu kedepankan logika dan rasional. Dan belajar ilmu genetik, agar perilaku buruk tak menular dan berdampak pada keturunan.

Berdasarkan ceramah Ust Oom Surachman, dan ditulis ulang seingat saya.

0 Thoughts.

Ada komentar?

%d bloggers like this: