Belajar Git

APA itu git? Entahlah, saya juga tak tahu. Pernah beberapa kali buka situsnya, tapi cuma lihat-lihat saja. Maklum, bukan projremer. Tapi menurut situsnya,  Git adalah versi sistem kontrol terdistribusi, begitu cepat, efisien dan ideal kepada para kolaborator pengembang software.

Kemarin, di Facebook ada undangan untuk belajar Git di kanal #blankon.  Meski masih bingung, saya ikuti lokakarya online yang dipandu oleh pak Dwi Sasongko Supriyadi. Dia adalah pengembang Srimubil. Berikut merupakan sedikit cacatan yang bisa saya tangkap dari penjelasan pak Dwi yang saya baca ulang ari log #blankon.


Menurut Pak Dwi, Git adalah source code management software. Fungsinya hampir mirip kebanyakan SCM, seperti BitKeeper, SVN, CVS, dan lain-lain. Sementara menurut Wikipedia, Git adalah perangkat lunak pengontrol versi atau proyek manajemen kode perangkat lunak yang diciptakan oleh Linus Torvalds, yang pada awalnya ditujukan untuk pengembangan kernel Linux. Keterangan lebih lanjut baca di sini :D.

Oke, langsung ke praktik. Sebelumnya, pastikan Linux Anda sudah terinstal aplikasi git. Pada komputer saya (Slackware 13.1) ternyata sudah ada, jadi saya tak perlu install dulu. Tapi kalau belum ada, tinggal install :D. Untuk Linux keluarga Ubuntu, bisa dicoba perintah berikut:
sudo apt-get install git-core
sudo apt-get install gitk # graphical view untuk Git repo

Jika sudah terpasang, sekarang kita mulai belajar menggunakannnya. Untuk itu, pertama lakukan clone dari sebuah proyek NgeGitting di sini. Caranya dengan mengetikkan:
$ git clone git://github.com/ruckuus/NgeGitting.git

Perintah tersebut menyalin atau mengunduh proyek tersebut ke komputer kita. Jika proses tersebut berhasil, maka akan ada direktori baru, NgeGitting. Masuklah ke direktori tersebut. Jika sudah masuk, coba ketik perintah berikut:
$ git status

Jika masih baru, biasanya muncul tulisan ini (Setidaknya di komputer saya)
# On branch master
nothing to commit (working directory clean)

Itu artinya proses clone berhasil. Lalu coba ketik perintah: $ git log untuk melihat log sebuah repository.

Sebelum mulai mengotak-atik hasil kloning, kita harus konfigurasi dulu git-nya. Konfigurasi sangat berguna ketika kita mulai mengotak-atik si klon, terutama saat melakukan perintah commit. Ketik perintah berikut:
$ git config user.name "namanya siapa ya tulis di sini"
$ git config user.email "namaemail@di.si.ni"

Nah, untuk melihat apakah perintah tersebut jalan, coba ketik:
$ git config user.name
namanya siapa ya tulis di sini
$ git config user.email
namaemail@di.si.ni

Jika hasilnya seperti di atas, selamat, anda layak dapat bintang!

Nah, katanya, hasil konfig itu ada di /home/namauser/.gitconfig. Tapi entah kenapa, di saya file itu nggak muncul. Tapi katanya itu nggak jadi masalah. Untunglah.

Setelah semuanya selesai, mari kita mulai mengobrak-abrik kloningan itu. Agar master tetap tidak berubah, sebelum mengedit, buat dulu cabang/branch dari sang master. Ini berguna agar menjaga code awal selalu sama dengan yang ada di server. Untuk membuat cabang baru, ketik perintah berikut:
$ git status ===> pastikan hasilnya clean
$ git checkout -b namacabangyangbaru master

Perintah tersebut membuat cabang baru dengan nama namacabangyangbaru dari master. Untuk mengetahui kita saat ini sedang ada di mana, ketik perintah:
$ git branch
* namacabangyangbaru
master

Tanda bintang menunjukkan posisi kita sedang ada di mana.

Untuk masuk ke sebuah cabang atau master, ketik perintah:
$ git checkout namacabang

*bersambung. sudah sangat mengantuk 😀

0 Thoughts.

  1. ohh.. semacam subversion gtu ya mastah?? ini codenya khusus untuk ngutak atik linux? atau bisa yang lain.. maksdnya untuk manajemen projek webiste misalnya… mohon pencerahan mastah 🙂
    _________________

    iya oms.. saya juga ga tau oms, ini cuma share hasil lokakarya tadi malem :D. maklum pranubi 😀

  2. Pingback: Belajar Git (II) | cacatan kecil

Ada komentar?

%d bloggers like this: