Cyberworld 2020

TAK perlu menjadi mahasiswa sastra untuk bisa belajar sambil nonton film. Para calon pembuat game pun (amin :D) ternyata bisa belajar sambil mengapresiasi film. Seperti yang dilakukan Senin (10/01), kami menggelar nonton bareng.

Tapi tentu saja bukan film sastra yang ditonton, tapi film dari Discovery Channel :D. Judul filmnya “Understanding Cyberworld 2020“, secara sekilas menceritakan mengenai sejarah teknologi komputer dan robot dan ramalan untuk tahun 2020 seperti apa. Memangnya seperti apa?

Meski nggak memperhatikan dengan serius, namun secara garis besar film ini menceritakan tentang revolusi di bidang komputer, terutama dalam aplikasi kepada robot (karena banyak banget bahasan mengenai robotnya, mulai robot zaman kotak-kotak sampai robot robocop :D).

Film ini juga menyinggung mengenai hukum Moore (atau hukum Morris sih?). Pak Moore mengatakan bahwa pertumbuhan kecepatan perhitungan mikroprosesor mengikuti rumusan eksponensial. Sederhananya, setiap 18 bulan sekali, kompleksitas sebuah mikroprosesor akan meningkat dua kali lipat (selengakpany baca di wiki).

Film yang dibuat tahun 2000-an itu membayangkan bagaimana perkembangan teknologi komputasi 20 tahun ke depan. Katanya, 20 tahun (kalau sekarang 9 tahun mungkin yah) ke depan, semakin banyak tercipta robot-robot pintar yang bakal mempermudah hidup manusia. Juga mengenai hubungan antara dunia maya dengan dunia nyata. Kita tak perlu datang ke paris hanya untuk menikmati kopi di menara eiffel.

Apa benar begitu? Ya kita tunggu saja 9 tahun lagi, toh nggak lama lagi. Jadi, 9 tahun lagi kita nggak perlu jalan-jalan ke luar negeri lagi hihi..

Tapi, sepertinya beberapa ramalan mungkin sudah kesampaian ya. Minimal, untuk melihat pemandangan di luar negeri, kita (atau saya) yang berkantong pas-pasan tak perlu terbang ke negeri tujuan. Cukup buka komputer yang tersambung ke internet, buka peramban, dan buka deh google maps.

Ada satu lagi ramalan yang sepertinya sudah terlaksana. Jadi di ceritakan, ada seorang mekanik yang sedang kesulitan memecahkan masalah. Lalu dia buka palm Pilot (apaan itu ya?), lalu mengetikkan pertanyaannya, dan voilla! Muncullah jawabannya. Juga ada video yang menjelaskan cara mengatasi masalah tersebut.

Nah, untuk kasus ini, sepertinya paman gugel sudah menjadi contoh kasusnya. Untuk mencari persoalan, kita tak perlu (sering) tanya lagi ke orang, lagi-lagi cukup ke paman gugel, ketikkan pertanyaannya, dan berharaplah ada jawabannya. Lagi-lagi paman gugel menjadi penyelamat.

Bisa jadi, 10 tahun ke depan, paman gugel menjadi tempat bergantung dan meminta pertolongan. hihihi..

0 Thoughts.

Ada komentar?

%d bloggers like this: