Bummmmm!

SABTU dini hari, sekitar jam 12.45. Suasana kantor mulai hening, seiring deadline yang semakin dekat. Apalagi speaker yang terpasang di salah satu komputer sudah mati sejak lama. Semua orang sedang sibuk dengan pekerjaannya masing-masing, termasuk saya. Ketika sedang khusyuk browsing mencari bahan ganjel halaman, tiba-tiba terdengar suara cukup keras yang berasal dari arah jalan raya.

“BUMMMMMMMMMMMM!”

Semua orang yang ada di lantai dua kaget. Lalu, beberapa orang mulai berlari ke bawah, ke jalan raya. “Ada tabrakan,” kata salah seorang.
Karena penasaran, saya pun ikut lari, melihat ke luar. Teman-teman yang lain pun ikut lari. Dan benar saja, ketika sampai jalan, ternyata ada kecelakaan. Sebuah mobil *lupa tipenya* menabrak pembatas jalan di jalur lambat Jalan Soekarno Hatta, dekat Samsat Bandung.

Kondisi mobil bernopol F XXXX (lupa) itu cukup mengkhawatirkan. Bagian ban belakan kanan tampak hancur. bannya sampai lepas dari peleknya. begitu juga dengan bagian ban depan kanan. Hancur. Bagian kap depan mobil kecil itu pun tapak berantakan. Di jalan, serpihan kaca tampak berserakan.

Ketika saya dan teman-teman ke TKP, sudah banyak orang yang menyaksikan mobil hancur itu. Beberapa ikut membantu memunguti serpihan-serpihan mobil. Ada juga yang membantu mengatur arus lalu lintas. Sementara yang lainnya hanya menyaksikan saja, termasuk saya.

Dari cerita beberapa saksi mata, katanya sebelum kecelakaan mobil itu sempat balap-balapan sama mobil angkot. Bahkan, kata bapak-bapak berjeket biru itu mengatakan, kecepatan mobil biru tua itu sangat tinggi. Makanya nggak heran jika dampak kecelakaannya cukup parah.

Bahkan ada yang bilang, kalau mobil itu sempat terguling beberapa kali sebelum berhenti. ketika berguling, katanya mobil itu sempat mengenai bagian belakang angkot. “Mobilna ngaheden angkot, tuh angkotna di ditu,” kata salah seorang saksi sampil menunjukkan sebuah angkot yang berhenti tak jauh dari TKP. Saya nggak bisa membayangkan bagaimana mobil itu bisa “menyundul” angkot.

Meski kondisi mobil cukup memprihatinkan, namun sopir dan penumpang mobil ternyata tidak cedera sedikit pun. Dua pemuda berusia sekitar 25-30an tahun itu tampak segar bugar, meski sudah mengalami kecelakaan cukup parah. Hanya saja, ketika ditanya, mereka seperti yang kebingungan. Mungkin masih kaget. Kalau dalam basa Sunda, mungkin Reuwas kareureuhnakeun. Ya siapa yang nggak akan kaget jika menjadi korban kecelakaan cukup parah, apalagi sampai melayang dan terguling-guling.

Sampai sekitar jam 1.10, belum ada ambulan atau pun polisi yang datang ke lokasi. Hanya ada wrga yang semakin banyak mengerumuni mobil dan korban yang sibuk mencari barang-barang di mobilnya. Seperti ada yang hilang. Karena sudah terlalu pagi, saya dan beeberapa teman kembali lagi ke kantor. Pekerjaan belum beres.

Sambil jalan ke kantor, beberapa teman mulai membicarakan kejaian itu. Kata salah seorang teman, dari mobil tercium baru ketan yang difermentasi. Aroma khas dari salah satu minuman keras yang banyak dijual bebas. Saya pun mencium bau itu. Awalnya sih nggak curiga, mungkin hanya perasaan saya saja. Tapi ketika orang lain pun mencium bau serupa, bisa jadi si sopir yang pakai kaos Indonesia Unite itu sebelumnya baru minum-minum.

Hmm… pantes saja ketika ditanya dia sedikit ngelindur.
Tos ah, panjang teuing. Caaw

0 Thoughts.

  1. hi…. serem yah, kecelakaan tuh eang tak terduga, tapi kebanyakan karena human error, kaya si mamang supir yang mabok ituh, hoho makanya mastah jangan mabok-mabokan dong *eh.

    Mastah, ada beberapa yang typo,

    wieeeeessss nuduh sembarangan.. hihihi
    typo? mana? mana? mana?
    itu mah sengaja, supaya dibaca 😀
    *padahal alesan doang*

Ada komentar?

%d bloggers like this: