Blur

blurBUKAN, ini bukan tentang grup band asal London sana. Ini tentang peristiwa bom bunuh diri yang terjadi di Cirebon, kemarin (15/4/2011). Tapi bukan peristiwanya, toh semuakoran sepertinya hari ini headline-nya tentang peristiwa biadab itu. Ini tentang etika dalam pemberitaan.

Jadi, sepertinya dipastikan foto HL untuk sebagiankoran (terutama di Jabar) bakal mengangkat peristiwa bom ini. Bisa jadi ada yang foto masjid yang rusak, atau malah foto korban atau pelaku yang ususnya terburai.

Nah yang jadi masalah, bolehkah kita menampilkan foto korban yang penuh luka, atau foto pelaku yang ususnya terburai tanpa diblur sebelumnya? Apakah etis menampilkan korban yang penuh darah? etiskah menampilkan foto Disturbing picture ke khalayak umum?

Menurut saya, itu sama sekali nggak etis. Kalau saya jadi korban, saya nggak rela tubuh saya dijadikan komoditi, apalagi yang sedang penuh luka. Dari sisi pembaca, saya males lihatnya. Bukannya mau lihat, malah sebel pengen muntah. Kalau gambarnya diblur, terutama di bagian yang penuh darah sih oke-oke saja. Tapi kalau sampai lukanya diperlihatkan, garila ih..

Saya nggak tahu apakah di kode etik jurnalistik/wartawan/pemberitaan hal ini diatur atau nggak. (padahal sudah 2 tahun jadi kuli tinta, tap ibelum tahu yang beginian hihihi)

0 Thoughts.

Ada komentar?

%d bloggers like this: