BlackBerry PlayBook Hadir di Bandung!

blackberry Playbook

Ini dia yang ditunggu-tunggu para pecinta BlackBerry, BlackBerry PlayBook. Setelah sekian lama hanya beritanya saja, akhirnya Sabtu lalu produsen gadget asal Kanada, Research In Motion (RIM) meluncurkan komputer tablet ini di Bandung.

Dengan kemunculan PlayBook, artinya persaingan antarkomputer tablet diramalkan akan semakin sengit. Setelah sebelumnya Apple sudah megeluarkan iPad dan Samsung dengan Galaxy Tab-nya.

Kenapa harus Bandung? Menurut Manager Mobile Data Service XL Central Region, R Wicaksono, Bandung dipilih karena peminat BlackBerry tidak kalah tinggi dibanding kota besar lain di Indonesia. Bahkan dari catatan XL, pertumbuhan peminat BlackBerry termasuk yang tertinggi di Indonesia.

“Antusiasme pengguna BlackBerry di Bandung tak kalah tinggi. Apalagi persentase growth penjualan BlackBerry di Bandung tertinggi, bahkan mengalahkan Jakarta,” ujar Wicaksono saat peluncuran BlackBerry di Dukomsel Dago, Sabtu (16/7/2011).

Produk yang di-bundling dengan XL itu tersedia dalam 3 tipe, yakni kapasitas 16 GB, 32 GB, dan 64 GB. Wicaksono menjelaskan, PlayBook bundling itu dibanderol mulai dari Rp4,9 juta hingga Rp6,9 juta.

Sementara Product Manager RIM Indonesia Ardo Fadhola mengatakan, tablet berukuran 130 mm x 194 mm x 10 mm itu menggunakan prosesor 1 GHz dual-core dengan memori RAM sebesar 1 GB. Untuk konektivitas, gadget berukuran 7 inci itu dilengkapi Wi-fi dan Bluetooth. Sementara untuk sistem operasi menggunakan BlackBerry OS 6.0.

Berbeda dengan gadget sejenis, berselancar di PlayBook ternyata tak ubahnya seperti saat menggunakan PC atau laptop. Ardo mengatakan, dengan resolusi 1024×600 dan dilengkapi Adobe Flash Player, internetan di PlayBook menjadi lebih menarik, karena yang ditampilkan bukan versi mobile.

Dia menambahkan, pengguna bisa mengunduh berbagai aplikasi menarik dari App World. Jika itu dirasa masih kurang, Ardo mengatakan, PlayBook pun ternyata bisa menjalankan aplikasi berbasis Android secara native!

“Di PlayBook bisa memainkan aplikasi Android secara native. Artinya berjalan layaknya aplikasi PlayBook lainnya,” kata dia.

Kehadiran PlayBook pun menjadi peluang bagu bagi para developer aplikasi. Deddy Avianto dari ID Berry mengatakan, tidak seperti gadget lain, pengembangan aplikasi berbasis PlayBook relatif lebih mudah.

“Kita tidak harus selalu menguasai bahasa Java untuk membangun aplikasi. Ini karena PlayBook berbasis HTML5. Ini tentunya akan memudahkan dalam development aplikasi, sehingga akan lebih banyak yang mengembangkan aplikasi berbasis PlayBook,” kata dia.

Mengenai bundling PlayBook, Wicaksono mengatakan, XL menyediakan layanan XL BlackBerry Full Service selama tiga bulan. Dikatakannya, tawaran itu untuk memenuhi permintaan pasar yang sudah lama menanti PlayBook.

Dengan kehadiran BlackBerry PlayBook, Wicaksono berharap jumlah pelanggan XL pengguna BlackBerry terus meningkat. Saat ini, dari 3 juta pengguna BlackBerry, sekitar 1,2 juta di antaranya menggunakan XL. “Kita menargetkan akhir tahun ini bisa mencapai 1,5 juta pelanggan,” pungkasnya.

Kamu tertarik? 😀
#semogamenanghehehee

0 Thoughts.

  1. ohh jadi ceritanya ini lomba.. saya mw SPGnya dulu boleh? :mrgree: pleibuknya mah ntar aja 😀

    saya mah duaduanya aja deh hihihi

  2. Agak aneh juga ya Playbook bisa menjalankan aplikasi Android (secara native), sementara yang saya tahu Blackberry (handset) bersikukuh tidak mau berkawan dengan aplikasi Android.

    iPad, Playbook, Motorola Xoom katanya udah rilis juga ya?
    Ah, sekarang mah ikut cuci mata dulu aja deh, hehe…

    saya ge aneh,
    tapi peluang bagus bagi developer mobile hehehehe

Ada komentar?

%d bloggers like this: