Farewell Party

TAK terasa, ternyata saya (dan teman-teman) sudah setahun menjadi penghuni tetap lab LSKK. Lab yang berisi sekumpulan komputer (cukup) canggih untuk memainkan berbagai game kelas berat (tapi sayang jarang dipakai karena kebanyakan penghuninya lebih memilih menggunakan laptopnya masing-masing).

Seperti angkatan yang sudah-sudah, setelah semua kuliah habis itu artinya kami harus meninggalkan lab tercinta itu. Apalagi minggu depan sudah ada lagi penghuni yang baru, yang jumlahnya katanya mencapai 75 orang. Saya nggak kebayang lab yang hanya cukup untuk +-35 orang itu diisi sampai lebih dari 50 orang -_-.

Nah, Jumat (20/1/2012) kemarin merupakan hari terakhir bagi kami untuk mencicipi kemewahan lab itu. Lalu salah seorang teman tiba-tiba mengusulkan untuk menggelar pesta di sana. Tentu pesta ala kami, mahasisa, yakni pesta rujak :D.

serbu

Pemeran utama dalam pesta ini adalah ibu-ibu, yang dengan baik hati membuat bumbu rujak (yang dua macem) dan buah-buahan segar. Juga pak Hadi yang bawa kerupuk, dan Mr Vatha yang membawa rambutan sebagai pereda pedas. Jangan lupa, mr Sin yang sudah bawa kue sebagai pengganjal perut selama menunggu kedatangan rujak. Sementara saya: bawa perut kosong yang sudah lapar karena cuma sarapan seadanya di rumah :D.

piring mana piring

Ternyata rujak yang dibikin mira, mbak sri dan tiwi banyak juga. Satu wadah besar hampir penuh sama potongan buah. Padahal yang datang tidak banyak karena sebagian teman-teman masih mudik, dan yang lainnya sibuk dengan kesibukannya masing-masing.

Rujak yang dibikin sama ibu-ibu itu secara default ternyata tidak pedas. Alasannya sederhana, karena yang bikinnya nggak terlalu suka yang pedas. halaah masa ibu-ibu kalah sama bapak-bapak? hehe..Untung saja ada opsi menambah tingkat kepedasan, karena para ibu itu sudah menyiapkan cengek tumbuk yang lumayan pedas. Lalu pak hadi mulai meracik rujak pedasnya, dan hasilnya lumayan bikin perut panas (karena saya lalu nambah lagi cengeknya, hampir setengah sendok :D). Cuma saya dan pak hadi yang berani menyantap bumbu super pedas ini, sementara ibu-ibu dan bapak-bapak yang lain, seperti pak acep dan pak beni sang fotografder tidak.

Panasnya ternyata tahan lama. Sampai saya sampai di kantor saya masih merasakan panas di perut, untungnya nggak sampai sakit perut karena perut saya sudah cukup kebal dengan pedas :D.

perpisahan

Jam 4 sore pun tiba. Pak Usep (?) yang biasa membereskan lab pun datang ke lab, itu artinya kami harus meninggalkan lab tercinta. kami pun langsung beberes, membersihkan lab dari sisa-sisa sampah rujak party. Sayonara lab tercintaah ๐Ÿ˜€

0 Thoughts.

  1. Itu lagi desain 3D ya di lab? keren nih mas hahn. ๐Ÿ™‚

    bukan, lagi maen game hehe..
    lagi coba game engine UDK kalo ga salah ๐Ÿ˜€

Ada komentar?

%d bloggers like this: