Mengenal Steve Jobs

steve [A]KHIRNYA saya kembali membaca buku, buku cetak maksudnya. Dan sampai tamat. Maklum, sudah lama saya nggak baca buku cetak, apalagi sampai tamat. Boro-boro beli buku. Kebanyakan buku yang dibaca (kalau sepat itu juga) hanya selewat. Seperlunya. Padahal itu untuk keperluan resensi.

Lalu seorang teman menawarkan salah satu bukunya untuk saya resensi. Buku tentang kisah salah satu pendiri Apple, Steve Jobs. Tentu saja bagi saya-yang-sangat-ingin-punya-produk-Apple-tapi-belum-kesampaian- tawaran itu saya sambut dengan antusias. Siapa tahu dengan baca buku itu ujug-ujug ada pegawai Apple yang menghibahkan Macbook Pro nya buat saya :D.

Judul bukunya: Steve Jobs: Stay Hungry, Stay Foolish yang ditulis oleh Jay Elliot dan William L Simon. Pak elliot merupakan mantan Senior Vice Precident Apple Computer, yang juga mantan petinggi IBM dan Intel. Sementara Pak Simon saya nggak tahu :D.

Tentu saja buku yang saya baca itu bukan buku yang berbahasa Inggris, tapi edisi terjemahannya, yang diterjemahkan oleh Ahmad Syukron dan diterbitkan Ufuk Press. Setelah cari-cari di Google, ternyata judul aslinya itu The Steve Jobs Way: ILeadership for a New Generation.

Jadi, buku ini menuliskan tentang kisah Steve saat memimpin Apple dari sudut pandang pak Elliot. Mulai dari bagaimana seluk beluk proses kelahiran Macintosh hingga iPad. Juga tentang bagaimana Steve yang notabene salah satu pendiri Apple harus angkat kaki karena dinilai produk yang sangat diunggulkannya, Mac, terjerembap di pasar.

Dalam buku ini, saya sebagai pembaca dapat merasakan bagaimana Steve bisa memotivasi para pegawainya sehingga mampu bekerja hampir di luar batas kemampuannya. Bagaimana sosok yang punya ciri khas memakai kaus dan sepatu kets ini mampu melakukan lobi dengan berbagai petinggi perusahaan lain. Canon adalah salah satu perusahaan yang mau memasok komponen printer untuk Apple, tanpa logo mereka terpampang dalam produknya!

Singkatnya, buku ini sangat cocok bagi para manajer atau pemimpin perusahaan yang mau mempelajari gaya kepemimpinan Steve itu. Meski hanya sekilas, namun gaya kepemimpinannya dapat terlihat dalam buku setebal 395 halaman itu.

Bagi yang penasaran seperti apa gaya iLeadership ala Steve, silakan baca sendiri ya bukunya.

steve jobs

Kalau melihat dari segi isi, sebenarnya buku ini sangat bagus. Sayangnya buku terjemahan ini banyak errornya. Sayang sekali. Saya rasa hampir di semua bab minimal ada kesalahan penulisan. Seperti tidak konsistennya penerjemah memilih kata “Merk” dan “Merek” padahal dalam satu judul yang sama. Atau kesalahan penulisan lain (iTune, iTunes, atau iTun?).

Pokoknya, bagi saya kesalahan penulisan kecil seperti itu rasanya sangat mengganggu. Apalagi gaya penerjemahannya yang saya rasa masih harus diperbaiki. Saya memang nggak begitu paham bagaimaa seharusnya menerjemahkan sebuah tulisan, apakah harus letterlek, semua kata per kata diterjemahkan, atau bisa dengan tulis ulang, selama esensinya sampai.

Yang pasti, ketika saya coba lihat versi aslinya (yang ada di Google books), perasaan penerjemahannya memang letterlek, dan terlalu kaku. Entah kalau kata yang lain.

Hmm apa lagi ya? Sepertinya itu saja deh. Oh iya, ternyata saya masih bisa baca buku tebal dalam waktu kurang dari seminggu. yeaaaah prestasi yang cukup membanggakan bagi saya yang sudah jarang ada waktu untuk baca buku tebal -_-.

0 Thoughts.

Ada komentar?

%d bloggers like this: