Bandung (tidak) aman (?)

Setiap Senin ternyata saya suka nggak update dengan perkembangan Kota Bandung. Mungkin karena libur saya jadi nggak buka dua situs berita ini yang biasanya dibuka setiap hari. Setiap Senin (harusnya sih) memang didedikasikan untuk mengerjakan siset yang horor itu (walau kenyataannya lebih banyak buka Rileks dan 9gag 😐 ).

Seperti Senin minggu kemarin, ternyata sedang ramai berita tentang si polisi ganteng. Aneh juga, kenapa polisi ganteng jadi berita, padahal masih banyak wartawan ganteng yang luput dari perhatian media #eaaa… :D.

Lalu Senin minggu ini, ternyata ada berita yang sangat miris bacanya, tentang percobaan perampokan menggunakan senajata api, dan laporan polisi yang ternyata ditanggapi dingin oleh polisi. Parah. Ini Bandung, sudah nggak aman! Padahal saya tiap hari pulang dini hari. Kalau lah ibu saya tahu berita ini, saya bakal dilarang pulang dini hari. Artinya harus nginep di kantor tiap hari :(.

Saya yang baru baca blog korban barusan, bener-bener kecewa dan miris. Saya nggak bisa membayangkan kalau saya ada di posisi si korban. Dan saya nggak bisa membayangkan kalau ini terjadi sama adik saya yang harus pulang sore tiap hari. Entahlah..

Bandung memang sudah nggak aman lagi sepertinya. Beberapa waktu lalu, ibu, adik, dan kakak saya hampir jadi korban pencopetan di dalam bus. Sialnya, para pelaku (pelakunya nggak satu) dengan tenangnya mencopet barang-barang milik penumpang bus. Damn.

Waktu itu, mereka mau belanja ke Bandung, naik bus jurusan Pangalengan-Leuwipanjang. Dari naik sampai daerah Dayeuhkolot bus masih aman. Tapi baru lewat Palasari, mulai naik beberapa penumpang yang katanya seperti orang sumatra (sori bukan rasis, ini kellihatan dari gaya bicaranya). Setelah lewat pertigaan tol Moh Toha, barulah para pelaku ini beraksi, salah satunya mau mencopet barang milik kakak saya.

Untunglah adik saya melihat aksi mereka dan lalu sedikit berteriak, sehingga kakak saya sadar dan sempat memergoki tangan si pelaku yang sedang berusaha menjarah isi tas. Meski sudah ketahuan, ternyata mereka tetap nekat, dan sempat mau menjarah tas milik ibu saya. Untunglah ibu saya juga sigap, selain dalam tasnya memang nggak ada barang yang bisa dicuri :D. Memasuki perempatan Soekarno Hatta, mereka pada turun.

Setelah turun, barulah para penumpang mulai sadar, ada yang hilang HP, dompet, dan barang berharga lainnya. Tapi mereka nggak bisa berbuat apa-apa, karena para pelaku sudah pergi entah ke mana πŸ™

Akhirnya bisa nulis di hari langka ini πŸ˜€

2 Thoughts.

  1. Nah, kalo udah 9gag hati2 Bang, bisa lupa waktu. πŸ˜€

    Soal kecopetan itu… kita memang harus selalu waspada ya, Bang, dimanapun dan kapanpun. πŸ™

  2. melihat kondisi saat ini .april 2014 ,di media koran . mengenai pembunuhan pasutri ,pembunuhan di kos kosan ,pembunuhan dg menyeret korban ,
    terasa sampai begitu sadiskah .kejahatan di kota BDG ini .tuntutan meningkatkan kewaspadaan terhadap kejahatan lain selain berita tersebut perlu di tingkatkan pada diri sendiri ..timbul pertayaan kenapa terjadi banyak kasus kejahatan bila di banding kota kota lain .saya sebagai pendatang baru di kota ini ,merasa beda kondisi saat dulu kala pernah kekota ini ,sekarang banyak pendatang baru ,pelmbisnis baru ,pelajar baru ,pengadu nasib baru .itu menurut pandangan saya pribadi .kalau di bandingkan dari kota asalku ,karakter preman disini kalah sadis di bandingkan di kota asalku .pertanyaanku lagi ,apakah akan tambah parah sejalan dg berjalannya waktu di kota ini , ataukah karena kurang cepatnya tanggapan pemda membaca situasi ini ..

Ada komentar?

%d bloggers like this: