(Harus) berjumpa lagi dengan Integral?

BERAWAL dari iseng main ke rumah paman sehabis salat magrib di masjid, tiba-tiba paman saya yang seorang guru mengajukan pertanyaan -tepatnya perintah-: “daek teu ngajar di mualimin?”

DUAARRRRRR… Saya bingung (bahkan sampai sekarang) harus jawab apa. Kalau nolak, takutnya saya disangka nggak mau bantu pesantren. Apalagi sedang kekurangan tenaga pengajar, terutama si matikmatik. Kalau terima, saya kan kerja jadi kalong.. berarti saya harus kerja siang malam.. hmm..

Tapi sekolah memang sedang butuh tenaga baru untuk membantu guru yang kewalahan ngajar dari kelas 1 sampai kelas 3. Padahal tantangannya berat, karena nilai rata-rata murid tahun kemarin rendah. Boro-boro ngejar spmb, un pun masih ngos-ngosan.

Satu masalah lagi adalah: saya sudah lama nggak buka-buka materi SMA. Padahal materinya (buat saya yang sudah murtad dari matikmatik :D) cukup berat. Dari statistik, trigonometri, bangun ruang, dan integral. Memang dulu sebagian pernah saya pelajari lagi di kampus, tapi kan sudah lama :D.

Ya sudahlah. Semoga ada pencerahan dan solusi. Toh ini juga belum pasti hehe..
Halah ini tulisan ga jelas begini.

Ada komentar?

%d bloggers like this: