137 kilometer

ALKISAH, setelah tahun 2013 sudah berjalan tiga bulan, saya akhirnya punya resolusi yang realistis untuk dicapai selama tahun ini. Resolusi yang dapat diukur berhasil atau tidaknya. Seperti resolusi tahun-tahun sebelumnya: 1366×768. Resolusinya ada dua: yang pasti bukan target kawin. halah.

Resolusi pertama: sesepedahan. Sudah lama punya sepeda tapi jarang dipakai, kecuali kalau mau ke pesantren, itu pun nggak tiap minggu. Makanya, untuk lebih memaksimalkan fungsi sepeda, saya bertekad untuk kembali sesepedahan minimal 100 kilometer per bulan.

Resolusi kedua: baca minimal 50 buku selama setahun. Jumlah yang cukup banyak mengingat pada 2012 lalu saya hanya baca sekitar 20-an buku. Beralasan sih sebenarnya kalau mau cari-cari alasan, karena tahun lalu cukup sibuk mengurus siset. Jadi karena tahun ini seharusnya tidak lagi disibukkan dengan urusan kuliah (walaupun sebenarnya tetap saja kerepotan), seharusnya sih bisa baca banyak buku.

Jarak 100 km memang sepertinya cukup jauh, tapi karena ini jarak kumulatif sebulan, seharusnya sih mudah. Toh, jarak dari rumah ke kantor saja sudah sekitar 25 km. Artinya, cukup dua hari ke kantor naik sepeda, target itu sudah tercapai.

Nyatanya tidak. Dalam sebulan di bulan April, hanya beberapa kali saya sesepedahan. Bahkan mungkin nggak mencapai setengahnya. Makanya ketika masuk pertengahan bulan Mei, saya sudah pesimistis target 100 km itu bakal nggak tercapai lagi. Sampai tanggal 13 Mei, aplikasi Strava yang saya gunakan untuk mencatat waktu sesepedahan masih belum juga dipakai.

Maka besoknya saya mulai kembali menggenjot sepeda. Mengelilingi Banjaran. Mula-mula hanya 4,7 km. Lalu besoknya meningkat jadi 12 km, dan puncaknya 25 km, dengan rute rumah-Soreang. Hasilnya cukup baik. Hingga akhir bulan, total jarak yang ditempuh mencapai 137 kilometer, 37 kilometer lebih banyak dari target sebelumnya.

Lalu bagaimana dengan bulan ini? Semoga bisa mencapai 150 km.

Ada komentar?

%d bloggers like this: