Mencoba Fedora

Akhirnya kembali ke Linux, setelah hampir sebulan nggak lagi pakai BlankOn karena salah instal librari :D. Akibatnya, BlankOn saya amburadul dan nggak bisa konek ke jaringan kantor, sedemikian sehingga saya nggak bisa kerja karena semua file ada di jaringan. Akhirnya sementara kembali ke Windows. *alesan*

Karena update terbaru BlankOn (suroboyo) belum dirilis, maka saya putuskan cari distro lain dulu. Dan kali ini pilihannya distro berbasis RPM, Fedora versi 19. Awalnya mau coba Arch, tapi pas lihat installnya harus konek ke internet, nggak jadi deh. Juga Kali linux yang sudah diunduh, nggak jadi dipakai.

Seperti distro lainnya, menginstal Fedora nggak susah-susah amat. Instalasinya bisa pakai CD atau DVD atau USB. Saya pakai USB, pasang iso Fedora melalui Unetbootin. Untuk tempatnya, asal sudah punya partisi untuk Linux, instalnya cukup gampang, Tapi tetep bingung pas pemilihan harddisk. Mau coba pakai LVM, eh sisa partisi nggak cukup, akhirnya kembali ke manual, menghapus partisi BlankOn.

Ditinggal Salat Subuh, ternyata install Fedora sudah selesai lagi. Sesuai saran, saya langsung lakukan restart untuk masuk ke Fedora hasil instalasi.

Beres? Ternyata nggak. Saat restart, ternyata Fedora gagal install grub yang penting untuk melakukan boot OS yang ada di laptop (di laptop ada windows 7 sama slackware). Saat pertama boot, errornya nggak jelas, hanya masuk ke mode grub rescue (dan ga bisa jalankan satu pun perintah konsol). Akhirnya boot lagi pakai USB, install ulang grub seperti cara di google. Dan masih gagal. Muncul error baru:

Error: file ‘/boot/grub2/i386-pc/normal.mod’ not found.

Kembali menggogling, dan ketemu masalahnya. Ternyata ada satu langkah yang dilewati, yakni mengkonfigurasi grub.cfg. Berikut langkah lengkapnya. Misalkan hardisk tempat instal ada di /dev/sda, dan fedora di /dev/sda7

[liveuser@fedora dir]# mount /dev/sda7 /direktori/temp/fedora
[liveuser@fedora dir]# mount --bind /dev /direktori/temp/fedora/dev
[liveuser@fedora dir]# mount --bind /proc /direktori/temp/fedora/proc
[liveuser@fedora dir]# chroot /direktori/temp/fedora
[root@fedora /]# grub2-install /dev/sda
[root@fedora /]# grub2-mkconfig -o /boot/grub2/grub.cfg
[root@fedora /]# exit
[liveuser@fedora dir]# umount /direktori/temp/fedora/*
[liveuser@fedora dir]# umount /direktori/temp/fedora
[liveuser@fedora dir]#

Kata hasil googling, harusnya enam langkah pertama itu selesai. Tapi entah kenapa saya belum bisa memasukkan OS lain di grub. Maka terpaksa setelah bisa masuk ke fedora, saya ulangi langkah grub2-mkconfig. Barulah windows sama slackwarenya masuk. Alhamdulillah.

Selesai? Belum sodara. Karena versi iso yang 965 MB itu isinya sedikit. Belum ada aplikasi lain seperti Gimp, inkscape, game, dan juga codec mp3 :D.

Mari kita ngulik lagi.

Ada komentar?

%d bloggers like this: