dracut

SELALU ada yang baru ketika menggunakan linux. Ada pelajaran baru (untuk menyebut masalah baru :D). Begitu pun ketika saya kembali mencoba mengupgrade salah satu linux di laptop saya.  Setelah berhasil upgrade, ternyata ada linux yang pundung sehingga nggak bisa dibuka.

Seminggu lalu, saya akhirnya kembali mengupgrade linux Slackware yang jarang saya buka. Entah kenapa, susah banget buat ganti ke distro lain padahal linux ini jarang dipake hehe. Niatnya sih ingin coba DE mate khusus Slack yang dikembangkan Mas Willy.

Seperti biasa, menggunakan flashdisk, mengintal ulang Slackware 14.1 cukup mudah. Semudah instal windows, malah mungkin lebih mudah :D. Hanya dalam waktu setengah jam, slackware saya sudah diganti dengan yang baru.

Selama beberapa hari selanjutnya, saya belum kembali ke Fedora karena masih asyik di Slackware dan sesekali ke Windows ketika ngajar. Dan saya belum tahu bahwa si topi kucing sebenarnya bermasalah.

Hal itu saya ketahui ketika Kamis sore adik saya sms, katanya nggak bisa masuk ke laptop. Tapi setelah direstart ternyata bisa masuk ke Windows. Penasaran, malamnya saya coba masuk ke Fedora, ternyata memang benar, nggak bisa masuk :/.

Dari hasil log, ternyata katanya ada partisi yang tidak terbaca, dengan UUID 51c1727-sekian-sekian. Penasaran, saya cek di /dev/disk/by-uuid, tapi nggak ada yang UUID nya 51c1727 sekian sekian itu. Lalu ada di mana dia gerangan?

Untungnya saya bisa masuk lewat mode recovery Fedora. Asumsi saya, error ini terjadi karena grubnya belum disetting ulang. Maka saya instal ulang grub2 nya, sesuai berbagai tutorial di internet. Berhasil? Sayangnya tidak. Saya masih belum bisa masuk ke Fedora yang lama. 🙁

Menyerah, akhirnya tanya ke grup ABL di Facebook. Kata mas walecha, partisi UUID 51c1727 itu sudah berubah karena saya melakukan format ulang saat instal Slackware. Teman yang lain usul ganti UUID di fstab dengan yang terbaru. Pantes.

Cek ke / etc/ fstab, benar saja, UUID itu ternyata miliknya swap yang belum diganti meski sudah berkali-kali instal ulang grub2. Lalu digantilah UUID yang lama dengan yang baru.

Berhasil? Ternyata sama saja, nggak ada bedanya bro. Sedih kan saya… masa hanya gara-gara swap yang salah kebaca saya harus instal ulang?

Saya baca lagi log booting yang dihasilkan journalctl. Dibaca lagi di bagian mana yang error. Dari hasil terawangan dan tebakan saya yang awam sama linux, error ini terjadi saat loading initrd (atau initramfs, entah mana yang benar :D).

Penasaran, saya lihatlah file initramfs-3.10.xx yang ada di /boot pakai mcedit. Benar saja, pas dicari, ada bagian tentang /dev/disk/by-uuid/51c1727-sekian sekian, plus tulisan errornya. MUNGKIN INI AKAR MASALAHNYA! Mungkin tapi ya hehe..

Maka dengan semangat membara, saya googling cara buat baru initramfs. Dari hasil penelusuran googling dengan koneksi sinyal yang pas-pasan, terdampar lah saya pada si dracut.

Apa pula ini? Menurut wiki dan tautan lain, intinya si dracut ini yang bertanggungjawab untuk membuat initramfs baru. Ah.. padahal pas error, di shell Fedora muncul si dracut ini.

Untuk bikin initramfs baru, ternyata gampang banget. cuma tinggal ketikkan dracut. beres deh. Harusnya sih.

# dracut

Tapi, di /boot sudah ada file initramfs loh, malah ada 3. yang rescue, versi kernel 3.10, dan versi kernel 3.9.5. Karena yang default si initramfs yang dipakai adalah kernel terbaru (dan sudah ada filenya), maka begini perintah yang saya bikin (dibikin di mode recovery).

# dracut -f --kver 3.10.3-300.fc19.x86_64

Dan voilaaa.. akhirnya saya bisa masuk lagi ke topi kucing alias Schrodinger cat 😀

Sekian cerita yang tidak pendek dan tidak panjang dan terimakekasih.

Ada komentar?

%d bloggers like this: