Transparan lagi!

transparent
BUKAN, ini bukan ngomongin baju transparan. Otak kamu terlalu mesum jika sampai terpikirkan hal itu (atau si penulisnya? haha). Ini tentang Gnome yang transparan lagi. Karena transparan selalu keren.


Jadi, sejak beberapa versi ke belakang, banyak fitur di Gnome yang dihilangkan. Salah satu yang biasa saya pakai adalah fitur side pane di Nautilus. Fitur ini memungkinkan kita membagi dua jendela Nautilus dan membuka dua direktori yang berbeda. Mirip seperti MC lah. Dan ini nggak ada di Windows Explorer :p.

Tapi ya itu tadi, entah apa alasannya, banyak fitur yang mungkin tampak sepele -padahal bagi orang lain bisa menjadi fitur penting- dihapus oleh para pengembang Gnome. Banyak yang protes. Banyak yang mengeluh. Hingga muncul banyak alternatif file manager, seperti Nemo (yang kemudian saya pakai sehari-hari).

Seperti disebut di atas, ada satu lagi fitur yang bikin leptop saya rada gaya, yakni fitur transparan di terminal :D. Nggak terlalu penting sih, tapi buat bergaya, terminal yang transparan itu rasanya keren loh.

Namun seperti halnya nasib side pane, fitur ini pun mulai dihilangkan sejak versi 3.6.1 (sekarang saya pakai versi 3.8.4). Entah apa alasannya, katanya sih karena kode yang berhubungan dengan fitur ini sudah obsolete. Dan sayangnya, para pengembang Gnome tidak merencanakan akan memasukkan kembali fitur ini.

Sayang sekali, karena fitur ini masih dipertahankan di aplikasi sejenis, seperti di mate atau xfce. Di KDE pun kalau nggak salah masih ada. Lalu kenapa di Gnome keukeuh dihapus? Tanya saja sama om Christian dan Allan.

Tapi inilah uniknya Linux. Ketika fitur yang satu hilang, ternyata masih ada yang mau mengusahakan supaya tetap ada. Seoerti fitur side pane yang tetap dipertahankan di Nemo, yang merupakan fork dari Nautilus.

Lalu bagaimana dengan gnome-terminal? Sayangnya hingga saat ini saya belum menemukan fork dari gnome-terminal yang bisa menghadirkan fitur transparan.

Tapi untunglah ada beberapa alternatif yang bisa dicoba. Seperti yang bisa dibaca di FAQ Gnome-terminal, kita bisa menggunakan Devilspe untuk mengaktifkan kembali fitur window transparan. Atau pakai skrip ini.

Hanya saja, bagi saya yang hanya pemakai Gnome, cara Devilspe maupun itu skrip rada serem. Tapi untunglah ada alternatif lain, yakni pakai ekstensi Gnome. Namanya Transparent windows.

Berbeda dengan dua solusi awal (belum coba sih), ekstensi terakhir tak hanya bisa membuat transparan terminal, tapi seluruh window aplikasi pun bisa. Tapi rasanya aneh sih kalau semuanya transparan mah. Nanti bakal bingung mana aplikasi yang di atas atau di bawah :D.

gnm2

Dan solusi yang ini yang saya coba. Lumayan lah bisa sedikit bergaya dengan fitur transparan :D.

Ada komentar?

%d bloggers like this: