calon kita…

SEBAGAI yang katanya kelas menengah ngehe, katanya harus mempelajari caleg yang akan mewakili kita. Maka sejak beberapa minggu lalu, saya dengan senang hati membuka satu persatu caleg dari partai peserta pemilu di situs KPU, dct.kpu.go.id.

Tapi masalahnya, caleg yang mau jadi wakil rakyat itu jumlahnya sangat banyak. Kalau tiap partai ada 10 caleg, berarti minimal ada 120 caleg untuk tingkat DPR yang harus saya pelototi satu persatu. Lalu kalau ditambah DPRD propinsi dan Kabupaten, jadi ada 360 orang. Pusing broh.

Dan percayalah, 95% dari mereka itu tak kita kenal. Kalau pun kenal, hanya namanya saja. Klasik ya? Iya.

Lalu ada masalah lain, situs milik KPU itu lemot tiada terkira. Gila. Sekelas KPU kok bandwithnya kecil :D. Bahkan anehnya, fitur caleg untuk tingkat kabupaten/kota malah belum ada isinya :))) Tapi demi kemaslahatan umat dan bangsa negara, saya tetap pelototi itu orang sok kenal itu.

Dari data yang minim itu ternyata ada yang menarik. Yaitu tentang gelar akademik mereka. Ya seperti orang kebanyakan yang sangat bangga sama gelar yang berderet memanjang itu, para calon anggota hewan dewan itu pun sangat suka mencantumkan gelarnya.

Nah di dapil Jabar 2, tempat saya mungkin akan mencoblos pagi nanti, untuk tingkat DPR RI ternyata ada beberapa orang caleg yang kuliahnya sampai S3. Keren ya? Iya. Ada juga yang S2, dan tentu banyak yang S1. Tapi nggak saya hitung, karena kebanyakan :D.

Dari hasil hitungan sekilas saya, minimal ada 15 caleg yang mencantumkan gelar doktor. Dari sejumlah itu, sebagian besar gelarnya didapat dari dalam negeri, terutama Unpad, jumlahnya 4 orang. Sementara yang lain ada yang dari Unpar, Unisba, UPI, dan perguruan tinggi yang nggak saya kenal.

Ada juga yang hanya mencantumkan gelar S3, baik doktor maupun PhD tapi tanpa dikasih tahu dari perguruan tinggi mana gelar itu didapat. Apa karena lupa nggak dicatat, atau malu karena gelarnya dari universitas nggak dikenal (atau bahkan nggak ada)? :p.

Dari 15 orang itu, ternyata ada dua orang yang berasal dari lulusan luar negeri. Yang satu lulusan Thailand atau Filipina, yang satu dari Amerika Serikat. Keren yah? Harusnya Iya.

Yang lulusan Thailand atau Filipina itu memang orang akademik. Dari hasil googling, beliau menjabat dekan di Universitas Advent Indonesia.

Tapi yang lulusan Amerika rada patut dipertanyakan. Bukannya suudzon, tapi dari hasil googling, universitas beliau itu dipertanyakan akreditasinya. Kalau nggak percaya, silakan googling aja sendiri :D.

Dan anehnya, kalau dilihat dari CV-nya, beliau itu kuliah S2 di Amrik sana, tapi kok gelarnya PhD? Double degree gitu ya? :))

Kalau itu belum cukup aneh, caleg dari partainya SBY lebih aneh lagi. Dari CV yang ada di situs KPU itu, dia tercatat lulus S3 pada 2002. Tapi anehnya, kok dia lulus S2 pada 2005? Apa dia seorang time traveller? haha..

Buat para calon hewan eh dewan, mending jujur deh. Kalau memang hanya lulusan S1, atau S2, atau bahkan SMA, ya jujur saja. Kalau dari CV saja sudah berbohong, bagaimana saya bisa percaya anda yang terhormat itu mau jujur pada rakyatnya? huuu

1 Thought.

Ada komentar?

%d bloggers like this: