Buku

Hari ini katanya hari buku sedunia. Hari yang ditetapkan oleh UNESCO sejak 23 April 1995 yang bertujuan mengkampanyekan minat baca buku, penerbitan, dan juga tentang hak cipta. Karena itu, mari kita menulis tentang buku.

Sebulan -atau 4 bulan- belakangan, saya kembali rajin baca buku. Nggak hanya baca, tapi kali ini juga rajin beli buku (biasanya pinjam dan sulit dikembalikan ke pemiliknya ;D). Sejak awal tahun lalu, setidaknya sudah 4 buku yang saya beli. Salah duanya adalah tulisan perjalanan mas Agustinus Wibowo, Titik Nol dan Selimut Debu. Buku kedua dibeli langsung dari penulisnya, dan dikasih bonus tanda tangan :D.

Buku terakhir yang saya beli adalah bukunya Stephen Hawking yang berjudul A Brief History of Time. Buku seharga 52 ribu rupiah itu cukup tipis untuk sebuah buku ilmiah. Tapi tetap saja, meski tipis, sampai sekarang (sudah seminggu lebih) saya belum bisa menamatkan buku ini.

Isinya benar-benar berat, apalagi buat saya yang bukan lulusan Fisika, meski sempat belajar Fisika Dasar sebanyak 8 SKS waktu kuliah dulu. Itu pun nilainya pas-pasan :D.

Meski berat, tapi buku ini memang menarik. Terutama yang lagi kepincut dengan fisika atau astronomi. Apalagi sekarang sedang ramai serial Cosmos di NatGeo, yang juga menceritakan tentang astronomi dan kawan-kawannya. Buku ini serasa jadi buku panduan hehe..

Selain buku nonfiksi, selama 4 bulan terakhir saya pun kembali rajin baca buku fiksi, entah itu novel atau kumpulan cerpen. Bahkan sampai beberapa kali baca ulang. Seperti buku novel Alkemis yang pertama kali saya baca 12 tahun lalu. Juga buku Harry Potter seri kedua yang sudah hampir 3 kali saya tamatkan. Tapi buku kumpulan cerpen Senja untuk Pacarku-nya Seno belum tamat-tamat, padahal sudah setahun lebih saya punya buku ini.

Novel terakhir yang saya baca adalah buku karyanya Dan Brown, Angels & Demons. Meski bukan penggemar teori konspirasi wahyudi dan teman-temannya, saya memang sudah lama penasaran dengan buku ini. Untungnya di kantor ada buku ini, jadi bisa dipinjam ke rumah. Dan akhirnya bisa dihabiskan hanya dalam waktu seminggu. Lumayan, hehe..

Nggak hanya baca novelnya, akhirnya saya penasaran nonton filmnya (dan saya baru tahu kalau film ini sudah ada sejak 2009 lalu 😐 akhirnya susah cari torrent-nya *eh). Lalu hasilnya? Ya namanya juga adaptasi dari buku, pastinya banyak perbedaan dan nggak mungkin sama dengan yang ada di buku.

Meski sudah menyiapkan diri bakal kecewa, saya nggak menyangka kalau beda alurnya cukup jauh. Seperti tentang pembunuhan sang ilmuwan (dan dicap iluminati), direktur CERN yang sama sekali nggak disinggung, hingga tentang kelakuan Camerlengo yang nggak sedetail di buku (ya iyalah). Akhirnya, ya begitulah. Kalau mau nonton, mending jangan baca dulu :D.

Apakah tahun ini punya target baca berapa buku? Sepertinya nggak deh. Kapok. Tahun lalu, saya punya target baca 50 buku, kenyataannya setengahnya pun nggak. Karena itu, lebih baik mengalir saja (alesan)…

Jadi begitulah cerita tentang buku kali ini. Siap-siap masuk Mei beli buku lagi. Buku novelnya kang Zen dan kang Zaky. Semoga ada duitnya :D.

Ada komentar?

%d bloggers like this: