Menjadi seorang generalis itu…

MENJADI seorang wartawan itu artinya harus tahu banyak hal. Apa jadinya ketika kamu tiba-tiba ditugaskan meliput kegiatan parpol kalau kamu nggak punya isu? Apa jadinya ketika kamu yang biasanya ngepos di provinsi tiba-tiba disuruh liputan peristiwa kebakaran?

Karena itulah, senior saya di UPM dulu mengatakan, menjadi seorang wartawan itu artinya kamu harus tahu banyak hal. Bahasa legegnya adalah generalis atau generalist kalau di bahasa Inggris.

Menurut kamus The Free Dictionary, generalist didefinisikan sebagai a person who is knowledgeable in many fields of study. Artinya ya itu tadi, orang yang tahu banyak tentang sesuatu.

Nah, kebalikan dari generalis adalah apa hayoo? Ya betul, spesialis. Masih menurut kamus tadi, yang definisinya adalah One who is devoted to a particular occupation or branch of study or research. Artinya? Silakan artikan sendiri :D.

Nah kata senior saya dulu, jika generalis adalah orang yang tahu banyak hal, maka spesialis adalah orang yang banyak tahu. Ya ini masalah semantik saja *halah bahasanya*.

Jadi, orang generalis ketika diajak ngobrol politik hayu, diajak ngborol pendidikan bisa, diajak ngobrol teknologi terbaru juga nyambung. Sebaliknya, bagi orang spesialis, mungkin dia tak tahu banyak tentang politik, atau buta dengan perkembangan teknologi terkini, tapi pengetahuan dia tentang pendidikan ternyata sangat meluas dan mendalam. Ngolotok. Di luar kepala.

Nah, sejak lama saya menyadari bahwa saya terkena kutukan generalis ini. Setidaknya perasaan saja. Bahwa saya (agak) paham tentang politik, (agak) nyambung ketika ngobrol mengenai pendidikan, dan (agak) mengerti tentang perkembangan teknologi dan sebagainya dan sebagainya. Tapi…. ya pengetahuannya cuma sebatas kulitnya saja.

Dan kutukan itu menular ketika saya coba belajar bahasa pemrograman (dulu). Ngomongin php? Hayu. Mau pake framework apa? Beberapa yang terkenal sudah saya coba. Mau ngomongin Java? Hayu. Dulu tugas akhir saya pakai java. Atau mau ngobrolin C? Siap. Tesis saya kemarin pakai c++ loh. Atau mau diskusi tentang bahasa ular?

Tapi ya itu tadi. Sebagian besar cuma paham di level hello world saja. haha. kasihan. Pantas saja produk yang selesai cuma tugas akhir dan tesis doang :)))

Tos ah curhatna.

Ada komentar?

%d bloggers like this: