Menipu Penipu

Ketika sedang asyik nonton eh bekerja, telepon teman sebelah berdering. Ada telepon yang masuk, yang ketika di-loudspeaker, telepon itu ternyata dari seorang penipu.

Karena kami sedang luang -padahal sedang deadline sih- kami putuskan untuk mengerjai si penipu yang mau kasih uang 10 juta itu.

Ceritanya, Iday -teman saya yang ditelepon penipu- katanya berhasil mendapatkan hadiah 10 juta rupiah. Teman saya diminta untuk segera ke ATM untuk mencairkan hadiahnya. Harus sekarang, kalau tidak, hadiahnya akan hangus.

Hadiah itu katanya dari acara TV di ANTV (saya lupa namanya). Tapi anehnya penayangan hadiah itu akan dilakukan di acara si Tukul, yang ada di Trans 7.

Karena kami pura-pura polos, kami iyakan saja. Karena ceritanya lagi jauh dari ATM, teman saya minta waktu 10 menit untuk ke ATM. Telepon lalu disimpan di bawah meja, sementara kami mulai ketawa-ketawa sambil googling gambar ATM Mandiri. Untuk bahan nipu mereka.

10 menit lewat, dan ternyata telepon diputus sama si penipu, kita sebut saja si Peni. Tapi ternyata beberapa saat kemudian Peni nelepon lagi. Dengan nada tak sabar dia bertanya sama Iday apakah sudah di ATM atau belum.

Iday pun menjawab sudah, tapi di ATM BCA. Mendengar jawaban begitu, si Peni seperti yang marah dan meminta teman saya untuk segera pindah ke ATM Mandiri. Iday pun menuruti dan pura-pura mencari ATM mandiri.

“Saya sudah di ATM Mandiri pak,” kata Iday.

Si Peni sepertinya mulai senang. Dia lalu memandu Iday -yang teleponnya sudah di-loudspeaker- untuk memasukkan kartu ATM dan memasukkan password ATM-nya. Sementara kami mencari gambar menu ATM Mandiri.

Lalu dia meminta Iday membacakan menu apa yang muncul. Ketika Iday menyebut kata “Transfer”, si Peni langsung meminta Iday menekan menu itu.

Dia pun menuntun Iday supaya memasukkan nomor yang dia sebut sebagai kode, padahal kami tahu itu nomor rekening Mandiri. Nomor rekeningnya ini: 00880087796610507 (siapa tahu ada orang Mandiri yang mau mencari tahu siapa pemilik rekening ini hehe).

Setelah Iday menekan kode itu -tentu saja bohongan- si Peni dengan tergesa-gesa minta kami menekan tombol Ya dan meminta memasukkan kode lain, yakni angka 03123456. Sepertinya ini angka uang yang mau ditransfer oleh si Peni.

Seperti sebelumnya, dia pun minta iday segera menekan tombol Ya dan memasukkan nomor teleponnya sebagai kode lainnya.

Merasa penipuannya hampir berhasil, si Peni pun minta Iday segera menekan tombol Ya jika tombol itu muncul. Dia pun bertanya apa yang terbaca di menu ketika ‘transfer’ itu berhasil.

Nah, karena saya lupa apa yang muncul setelah halaman konfirmasi, kami mulai bingung. iday pun menyerahkan telepon ke saya.

Tanggung nipu, ya sudah saya ngomong ke si Peni bahwa sudah keluar struk transfernya. Sialnya, si Peni tanya tulisan apa yang ada di struk itu. Karena kagok nipu, saya bilang struknya nggak terbaca, cuma terbaca atasnya aja.

Dan sialnya si Peni kali ini tak tertipu. Mungkin dia sadar sudah dikerjai oleh kami yang sedang selow dan baik hati. Dia pun lalu menutup telepon dengan marah, setelah menelepon hampir setengah jam.

Sudah berakhir? tentu saja tidak. Besoknya (kamis 17/12/2015) sore, teman yang suka layout ternyata ditelepon sama penipu lagi!

Nomor teleponnya beda, peneleponnya sepertinya beda. Satu yang sama, keduanya menelepon dari Telkomsel, dan menelepon ke sesama Telkomsel.

Hanya saja, tadinya mau kami kerjai lagi seperti kemarin, tapi bapak salman buru-buru mengaku jadi polisi. Rencana mau merekam telepon itu pun akhirnya batal.

Ada komentar?

%d bloggers like this: