Klub motor yang selalu arogan

PAGI ini hampir kembali tabrakan. Gara-gara klub motor sialan. Kenapa kelakuan pengendara motor gede selalu menyebalkan? Apa karena biji mereka kekecilan?

Minggu (20/12) pagi, seperti minggu biasanya, saya harus bekerja di kota yang jauh jaraknya. Tapi ada yang beda, karena teteh saya nebeng juga ke kota.

Maka jam 9 pagi kami berangkat dari rumah naik motor suprafit yang sudah lama tak dicuci dan knalpotnya bocor tapi dudukan stepnya baru. Halah.

Di daerah Pameungpeuk, di jalur seberang ada gerombolan klub motor yang melaju cukup kencang. Seperti biasa, mereka ingin diistimewakan dengan ambil jalur tengah yang mepet ke jalur berlawanan.

Karena jalanan sudah mulai banyak kendaraan, kelakuan mereka yang arogan itu bikin jalur sebaliknya agak tersendat karena mereka banyak ambil jalur tengah. Beberapa mobil terpaksa memperlambat kecepatan. Termasuk mobil merah yang awalnya melaju cukup kencang – meski tak ngebut.

Sialnya, motor saya persis di belakang mobil merah itu. Maka ketika sopir mobil merah mendadak menurunkan kecepatannya, saya terpaksa mengerem mendadak kalau tak mau menabrak mobil bagus itu.

Untunglah, urang Sunda mah teu weleh untung. Motor butut saya ternyata remnya masih cukup pakem sehingga tak sampai menabrak mobil itu. Dan untungnya lagi, di belakang tak ada mobil atau motor lain yang segaris dengan motor saya sehingga saya tak ditabrak dari belakang.

Mobil merah dan motor saya pun akhirnya bisa berhenti, sementara si gerombolan biker motor balap sialan itu tetap melaju kencang di jalur tengah tanpa melihat kami yang cukup kaget dengan kelakuan mereka.

Sialnya, ternyata akibat ngerem mendadak, rem motor agak masalah, karena motor tak bisa maju lagi. Ternyata remnya ngadat.

Terpaksa saya tarik motor agak ke samping untuk membetulkan dulu remnya dan bisa kembali dibawa maju, meski agak degdegan takutnya ada lagi gerombolan motor besar berbiji kecil yang arogan.

Akhirulkalam, PAKYU kepada para biker arogan yang merasa menjadi makhluk istimewa di muka bumi. Semoga motor anda kehabisan bensin terus mogok sehingga harus didorong-dorong. Pfft.

Untunglah saya ketemu kamu 😀

Ada komentar?

%d bloggers like this: