Banjir notifikasi

Gara-gara baca blognya dika jadi pengen nulis lagi, mumpung belum adzan magrib. Tentang hiatus dari perhelatan dunia maya. Tepatnya media sosial.

Jadi sejak mengklaim mendeklarasikan hiatus dari dunia persilatan eh media sosial pada 13 juli lalu, dunia terasa lebih ringan. Lebih menyenangkan. Lebih kurang rasa galaunya. Halah. Kurang atau lebih mzzz..

Bukan hiatus sih sebenarnya. Cuma diet saja. Karena kenyataannya dalam sebulan terakhir saya masih buka itu situs macam twitter atau facebook. Tapi pake akun klonengan ?. Nggak juga sih. Karena ternyata beberapa peramban saya belum benar-benar logout dari dua medsos itu.

Saya terpaksa masih harus buka FB atau twitter demi alasan belajar. Atau demi bisa login di situs tertentu. Misalnya waktu belajar cara share link dari android. Cuma agar tetap agak istiqomah, saya login pakai akun klonengan di mana akun saya yang asli pun nggak berteman atau difollow. Kheuseus buat aktivitas stalking eh riset. *salah satu akunnya sudah diblok sama si dika hahaha*.

Nah waktu terpaksa buka FB, ternyata di Chrome laptop akun saya belum dilogout, dan berhamburanlah itu notifikasi. Ada puluhan notifikasi FB, dari yang penting sampai yang tidak penting. Jadi pusing bacanya. Maklum lah sebulan hampir tak pernah dibuka.

Untunglah godaan berselancar di FB bisa diredam, dan kemudian ditutuplah tab FB itu. Tak ada satu pun notif yang dibuka tautannya. Cukup. Tutup.

Berarti di Chrome masih belum dilogout sampai sekarang ???.

Oke kembali ke hiatus. Eh diet medsos. Apa yang sudah dirasakan setelah sebulan lebih diet? Banyak. Selain menjadi lebih sering berinteraksi di dunia nyata atau maksimal dunia whatsapp, kini saya pun jadi tak lagi terlalu peduli dengan isu-isu yang menasional yang biasanya berseliweran di jagat linimassa. Intinya jadi tak lagi aptudet dengan informasi kekinian.

Salah satu yang ternyata sedang ramai di dunia burung adalah mengenai pro-kontra GBLA yang lapangannya ditutup sama triplek, tadi malam. Isu yang awalnya mengenai izin laga Persib di GBLA, kemudian berlanjut ke masalah triplek yang -katanya- menyeret dua nama besar di jagat pasundan, gubernur dan sekdanya. Cie yang mau pilkada cie..

Cenah.

Saya nggak tahu apakah memang isunya seperti itu. Ini hanya info dari teman barusan sebelum saya masuk masjid dan salat Ashar yang deadline banget. Saya nggak terlalu peduli, dan terlalu malas untuk membuka peramban dan mengetik twitter dot kom. Terlalu riskan. Nanti malah galau lagi.

Tapi sayang dong sudah beli paket Freedom yang internetnya kencang tapi nggak dipakai. Untunglah masih banyak dunia medsos selain dunia burung dan bukumuka. Salah satu aplikasi yang sering saya buka adalah bigo Medium.

Bagi kamu yang belum pasang, cobalah pasang dari sekarang. Dijamin kamu nggak akan menyesal. Karena di medium begitu banyak artikel yang isinya berbobot, tak seperti di dunia burung yang cuma 140 karakter.

Ya walaupun kebanyakan artikelnya berbahasa Inggris sedemikian sehingga harus dibaca beberapa kali agar agak sedikit paham, tapi isinya berkualitas. Jarang ada postingan yang isinya galau melulu. Namanya juga blog.

Salah satu aplikasi lain yang menurut saya menarik adalah Blendle. Jika di musik ada spotify dan di film ada Netflix, maka di dunia jurnalisme ada Blendle. Untuk aplikasi ini mungkin harus ditulis lebih mendalam ya. Semoga ingat dan mau. Sekarangmah kamu install dulu saja. #awalwacana.

Yasudah sekian dulu menulisnya. Mari kita kembali bekerja dan belajar. Belajar melupakan. Semoga dietnya tetap istiqomah, syukur-syukur berlanjut ke diet makanan. *makan bandros* #awalwacanalagi.

2 Thoughts.

Ada komentar?

%d bloggers like this: