Musashi

Setelah beberapa bulan, akhirnya novel Musashi karya Eiji Yoshikawa berhasil ditamatkan juga. Ini yang kedua kalinya. Sebelumnya novel yang (sangat) tebal ini pernah saya tamatkan tahun lalu. Kamu belum pernah baca novel ini? Saya sarankan kamu baca, karena ceritanya sangat menarik.

Musashi. Sumber: Wikipedia

Saat baca novel ini pertama kalinya, waktu itu saya bacanya agak terburu-buru, demi bisa segera tamat. Alhasil, dalam waktu kurang dari sebulan, saya sudah bisa menamatkan novel setebal 1200-an halaman itu.

Tapi saat membaca yang kedua kalinya, saya putuskan untuk tidak terburu-buru. Bahkan saya sampai buat catatan di simplenote, terutama tentang tokoh-tokoh yang muncul di novel ini. Bukannya apa-apa, dengan ketebalan sekitar 2 kali lipat buku Kalkulus Jilid 1 Edisi 5, tentu banyak tokoh yang terlibat, sehingga suka lupa dengan tokoh-tokoh yang pernah muncul.

Bahkan dengan catatan yang dibuat pun, beberapa kali saya sampai harus mikir dulu ketika muncul lagi tokoh yang pernah muncul di bab-bab awal. Siapa dia? Apa hubungannya dengan Musashi? dll.

Lalu bagaimana ceritanya? Ceritanya ya tentang Musashi, samurai asal Mimasaka yang disebut sebagai salah satu legenda samurai di Jepang.

Dikutip dari pengantar buku ini, kisah novel ini diawali ketika Takezo alias Musashi dan sahabatnya bangkit dari pingsannya setelah perang Sekigahara. Peperangan itu dimenangkan oleh klan Tokugawa. Setelah bersembunyi di sebuah rumah milik Oko, Takezo kembali ke desanya, sementara Matahachi sahabatnya memilih hidup bersama Oko, padahal dia sudah bertunangan dengan Otsu.

Namun di desanya Takezo dianggap sebagai perusuh. Dia pun menjadi buronan dan bersembunyi di gunung sebelum akhirnya berhasil dijinakkan oleh pendeta Takuan Soho. Setelah berhasil kabur dari hukuman Takuan, dia kemudian “ditangkap” lagi oleh Takuan. Kali ini hukumannya bukan lagi digantung di pohon, tapi dikucilkan di sebuah ruangan selama tiga tahun. Selama itu pula dia belajar berbagai macam buku dan bermeditasi. Tiga tahun berlalu dan dia pun mendapat pencerahan.

Setelah terbebas dari hukuman itu, perjalanannya mencari Jalan Pedang pun dimulai. Dia menjadi ronin, samurai pengembara, dan melakukan banyak pertempuran. Salah satunya dengan menantang perguruan Yoshioka.

Terus bagaimana kelanjutannya? Baca saja sendiri. Cuma 1.247 halaman kok. hehe.

Selain ceritanya yang menarik (tapi jangan bayangkan seperti ceritanya Nagabumi yang begitu detail saat menggambarkan setiap jurus silat di setiap pertarungan), saya baru tahu bahwa sebagian (besar?) tokoh yang ditulis Eiji di novel ini memang benar-benar ada. Awalnya saya pikir hanya Musashi saja yang merupakan tokoh nyata, tapi setelah beberapa kali googling dan baca wikipedia, tokoh penting lainnya pun ternyata memang ada.

Seperti Takuan Soho, pendeta Zen yang eksentrik itu. Atau Sasaki Kojiro, lawan paling berat Musashi. Juga tokoh lain seperti Yoshioka Seijuro atau Yoshioka Denshiciro, lawan Musashi di awal-awal cerita.

Tapi untuk tokoh penting lain seperti Otsu, Osugi, atau Matahachi, anaknya Osugi, saya pikir mereka tokoh fiksi. Bagaimana dengan Jotaro? Karena tokoh Iori ternyata memang ada. Saya tak tahu, karena dari hasil googling belum ketemu jawabannya. Ya namanya juga novel, bukan buku sejarah, jadi tak semua harus tokoh nyata kan? Iyain saja biar cepat.

Jadi, bagi yang suka dengan novel berbasis sejarah, apalagi suka dengan cerita-cerita samurai atau tentang Jepang, tak ada salahnya baca buku ini. Tapi kalau merasa novel ini terlalu tebal, maka saya sarankan kamu untuk baca komik yang berbasiskan novel ini juga, yakni Vagabond.

Selamat membaca.

*ditulis saat Persib sudah kebobolan tiga gol dari Sriwijaya FC. Sedih sekali -_-*

Ada komentar?

%d bloggers like this: