Banjir Lagi

Kemarin (Senin 24 oktober 2016), Bandung kembali kebanjiran. Tepatnya Kota Bandung, lebih tepatnya lagi Jalan Pasteur, pintu gerbang kota berjuluk Parijs van Java. Kata urang Sunda, kejadian itu disebut banjir cileuncang.

Kenapa disebut cileuncang? Karena banjirnya biasanya cuma sebentar. Beberapa saat setelah hujan deras berhenti, biasanya keadaan mulai normal kembali. Banjir sesaat saja. Beda dengan banjir di Kabupaten Bandung yang bisa sampai berhari-hari.

Hujan kemarin memang luar biasa. Sejak pagi hingga sore, beberapa kali hujan turun cukup deras. Maka tak heran jika jalanan di Kota Bandung yang lagi dibenahi bakal kebanjiran. Lah, banyak saluran air yang lagi diulik-ulik.

Tapi… banjir di Pasteur kemarin memang luar biasa. Dulu waktu masih bekerja di daerah itu, beberapa kali lihat kejadian banjir, tapi tak separah kemarin. Jalan masih bisa dilewati.

Yang banjir pun bukan hanya di daerah Pasteur saja, tapi juga di kawasan bandara, tepatnya di depan SMAN 9. Pernah suatu kali saya tak bisa lewat sana saking tingginya banjir, sehingga harus ambil jalan memutar demi bisa sampai ke Pasteur.

Sungai di daerah dekat bandara dan Pasteur memang cukup kecil. Bahkan beberapa sungai sudah mulai tertutup sama pemukiman. Salah satunya sungai di dekat kantor lama, itu di atasnya ada bangunan bengkel sama warteg. Juga di belakangnya. Makanya jangan heran kalau ada kejadian mobil hilang gara-gara masuk ke sungai, seperti tadi malam. Bisa jadi sungainya sudah banyak terututup bangunan :D.

Ngomong-ngomong tentang banjir cileuncang yang memakan korban jiwa, jadi teringat dengan kasus yang menimpa teman saya beberapa tahun lalu. Kasusnya mirip. Tak terasa, kejadiannya sudah hampir sembilan tahun. Selama 9 tahun, kamu ngapain aja, hey pemerintah?

Eli, apa kabarmu di sana? Semoga baik-baik saja.

3 Thoughts.

Ada komentar?

%d bloggers like this: