Seorang filusuf pernah berkata, “Aku berpikir maka Aku ada”. (Lalu apakah jika aku tidak berpikir maka aku tidak ada?)
Karena dia ada, maka untuk menandai sesuatu yang ada itu harus ada penanda bahwa ia ada, dan harus dikasih ciri-ciri bahwa ia ada, setidaknya dia harus punya nama.
Sebenarnya ia sudah diberi nama oleh orangtuanya, namun karena masalah psikologis yang melanda (hampir) semua warga dunia maya, maka ia menyebut dirinya hahn, setidaknya di dunia maya. Ini tak ada hubungannya dengan Billy Hahn, DJ Hahn, personil Linkin Park, apalagi sama bandara Hahn Airport. Sama sekali tidak. Dia bukan sesiapa. Hanya warga dunia maya biasa, seperti anda mungkin.
Pernah kuliah di matematika dan dengan mengerahkan semua kemampuannya akhirnya bisa lulus juga walaupun dengan nilai yang seadanya.
Sekarang aktivitas sehari-hari sebagai bloger (yang jarang diupdate), twitterer, facebooker, waver, kaskuser, dan tukang ngaraut. Selain itu, sekarang punya aktivitas baru: menjadi kalong dan penjelajah Bandung di waktu malam.
Sambil ngaraut, masih memimpikan untuk bisa sekolah lagi, karena sadar diri, dirinya masih teramat sangat bodoh. Biarlah tak harus di luar negeri karena kemampuan bahasa inggehisnya yang payah.. Tapi itu masih menjadi mimpi. Tapi toh, hidup harus punya mimpi kan?
(edit lagi)
Sekarang selain sebagai tukang gosip,, sedang menuntut ilmu kanuragan di perguruan gajah. Semoga saja sekeluarnya dari sana saya bisa jadi orang yang berguna bagi Tuhan, bangsa, dan almamater.. hihi
(bersambung lagi)



ijin absen juga ya
terimakasih jejaknya di blog sederhana saya
salam hangat dari Lombok
salam, kang hahn. nuhun tos mampir di blog sim kuring. salam kenal