Membaca tulisan Slamet Soeseno

intisari terbaru
BAGI pecinta (majalah) Intisari, terutama yang sudah berlangganan sejak tahun 1980-an, seharusnya mengenal dengan sosok Slamet Soeseno. Penulis yang mampu membuat tulisan sederhana dan bisa dibaca dengan mudah meski temanya termasuk berat.

Dulu, waktu bapak saya langganan majalan ini (artinya sejak akhir ’80 hingga 1997-an), tulisan pak Slamet-lah yang paling saya tunggu. Pria yang pernah menjadi asisten dosen di Fakultas Perikanan IPB Bogor itu memang pintar mengolah tema yang harusnya sulit menjadi lebih populer. Tema yang sebenarnya termasuk sulit itu (contohnya, sejarah kuda dari zaman nenek moyang sampai kuda modern, atau tema tentang tomat), mampu diolahnya sedemikian rupa sehingga menjadi tulisan ringan dan mampu dipahami dengan baik oleh saya yang waktu itu masih SD. Lanjut