Tentang limit tak hingga

Selalu ada yang baru ketika saya kembali belajar matematika. Tepatnya ketika belajar kalkulus 1, materi yang saya ajarkan di kampus.

Sebagai lulusan s1 matematika, seharusnya materi kalkulus sudah khatam dan hapal di dalam kepala. Tapi ya karena kapasitasnya yang begitu-begitu saja, untuk beberapa materi, pahamnya susah banget. Salah satu materi yang sering dibikin bingung adalah tentang limit.


Mikirin limit aja susah, apalagi mikirin kamu

Bisakah Baca Pi Ini?

SEPERTINYA bilangan Pi (pi ) sudah dikenal sejak kita belajar menghitung luas atau keliling lingkaran. Pokoknya yang bulat-bulat. Biasanya, untuk memudahkan (apalagi untuk anak SMP atau SMA), Pi bisa diganti dengan 22/7. Jika mau gaya-gayaan, bisa menggunakan 3.14.

Tapi kita tahu juga bilangan Pi tidak hanya sampai 3.14 saja. Kalau perhitungannya mau akurat, biasanya angka di belakang 3 suka rada banyak, contohnya 3,141592653589793 (angka ini digunakan KCalc untuk menghitung Pi).

Continue reading

Susahnya Menerangkan Materi Matematika ke Orang yang Nggak Ngerti Matematika

pyuh…judul yang panjang banget huehuehue…

Ceritanya dari seebulan kemarin saya “ngajar” matematika di salah satu SMP di pinggiran Bandung (alias di kabupaten Bandung). Bukan ngajar sih, tapi ngeles anak-anak kelas 9 yang sebentar lagi mau UN.

Walaupun materi matematika SMP nggak susah-susah amat -walau ngga mudah juga- ternyata sangat sulit untuk disampaikan ke siswa. Apalagi saya bukan mahasiswa pendidikan -bahkan saya ragu apakah saya mahasiswa matematika atau bukan haha-. Jangankan materi tentang trigonometri atau geometri dimensi 3, menyampaikan materi teorema phytagoras aja susahnya bukan main. Bahkan rumusnya aja nggak pada hapal.

Pusing sayah…

Ada Temu Alumni di Matematika UPI

Kemarin, jurusan saya menggelar hajatan besar (lagi), yaitu temu alumni jurusan Pendidikan matematika, setelah sebulan sebelumnya menggelar acara yang (sangat) besar juga, seminar nasional matematika.

Kali ini saya ikutan lagi jadi panitia. Seperti waktu jadi panitia Seminar, kali ini pun saya harus berhadapan dengan komputer, terutama corelDraw. Yah biasa, jadi tukang buat sepanduk.. Juga jadi tukang ngeprint sertifikat.

Continue reading