Kisah Dua Orang yang Ingin Mengabdikan Diri Untuk Negeri

Alkisah di sebuah kota berjukuk Parisj van Java ada dua orang anak manusia yang trenyuh melihat kondisi negaranya sudah sedemikian parah. Rasa nasionalisme mereka pun tumbuh dan bangkit sehingga ingin turut serta ke dalam arus perubahan negeri. Kedua orang itu, ingin sekali menyumbangkan jiwa dan raganya untuk ibu pertiwi.

Sayangnya, untuk mengabdikan dirinya itu, setiap warga negara harus dibuktikan setia pada negaranya, dan berkelakuan baik selama hidupnya. Meski kedua orang itu yakin bahwa dirinya anak baik-baik dan belum sekalipun melakukan tindakan melawan hukum terhadap negara, ternyata hal itu belum cukup. Semuanya harus dibuktikan dengan selembar surat yang dikeluarkan aparat setempat.

Ternyata ada banyak surat yang harus diurus oleh kedua orang itu. Aparat Rt harus tahu dia orang baik-baik. Kelurahan harus tahu. Kecamatan juga harus tahu. Apalagi kepolisian. Polsek harus tahu. Polres juga apalagi, yang mengeluarkan suratnya. Untung saja mereka tidak harus sampai ke tingkat pemerintahan pusat. Kalau harus sampai ke sana, mhh betapa rudetnya.

Dan, kedua orang itu tidak tahu sama sekali akan persyaratan yang sedemikian rumit itu. Mereka tak tahu betapa rumitnya birokrasi untuk sekadar menerima slembar surat itu. Padahal kedua orang yang polos dan baik hati itu sudah susah payah datang ke aparat setempat untuk membuat surat itu. Sepertinya sia-sia mereka datang ke tempat itu. Apalagi ternyata banyak orang yang mengurus surat serupa. (Dalam benak mereka, ternyata banyak juga orang lain yang ingin mengabdikan dirinya pada negara).

Akhirnya, alih-alih mengurus surat itu, mereka hanya duduk di pinggir sebuah gedung, sambil tertawa-tawa menertawakan kebodoha masing-masing. Meski demikian, dalam hati kedua orang itu masih tertanam semangat untuk mengabdikan seluruh jiwa raganya. Untuk tumpah darahnya. Untuk ibu pertiwi tercinta.

0 Thoughts.

Ada komentar?

%d bloggers like this: