Fuzzyngnya Fuzzy

Fuzzy (www.offthemarkcartoons.com)

Fuzzy (www.offthemarkcartoons.com)

HAMPIR setiap hari saya momotoran dari Bandung  selatan ke Kota Bandung, menuju kantor atau tempat lain. Salah satunya kampus :D. Kalau menggunakan Google Maps, jarak dari rumah ke kantor sekitar 17-19 km. Sementara dari kantor menuju kampus gajah sekitar 11 km.

Nah, bagi sebagian orang, jarak tempuh itu katanya jauh. Bahkan ada beberapa teman yang merasa kaget ketika mereka tanya rumah bapak saya di mana. Jauh banget katanya. Padahal, buat aya itu sih nggak jauh-jauh amat. Mungkin sudah biasa ya? hehe

Lalu hubungannya dengan judul apa? Ini dia masalahnya. Jadi, banyak hal dalam kehidupan manusia yang nggak pasti. Artinya susah diukur dengan jelas. Coba definisikan kata jauh, sejauh apa suatu jarak bisa dikatakan jauh? 10 km? 100 km? atau 1000 km? Buat pejalan kaki, jarak 5 km sudah lumayan jauh. Pasti capek. Tapi buat pengendara motor, jarak segitu keciil.

Contoh lainnya, dari Senin sampai Minggu, hari apa saja yang termasuk ke dalam weekend? Apakah hanya Minggu saja? Atau dari Sabtu? Satau bahkan mulai dari Jumat, kamis? Nggak ada definisi yang jelas. Di sinilah logika fuzzy bekerja.

Jadi, katanya, logika fuzzy berusaha untuk menjelaskan hal-hal yang nggak jelas seperti itu. Bagaimana sebuah logika yang memiliki kebenaran yang gradual bisa diukur. Nggak seperti logika boolean yang nilainya hanya 0 dan 1, nilai kebenaran logika fuzzy gradual, mulai dari 0 sampai 1. begitu kata teorinya :D.

Kembali ke soal hari, jika dalam logika boolean himpunan yang mungkin bsia dibuat adalah himpunan hari , h = {senin, selasa,…, minggu}, sementara himpunan weekend nggak jelas -karena jumat nggak jelas kedudukannya- maka dalam logika fuzzy, weekend bisa dibuat himpunannya, sebab bisa jadi jumat itu sudah setengah weekend, sementara kadar weekend di hari minggu sudah mulai berkurang (karena sudah mikirin senin yang harus kerja lagi hehe).

Katanya, konsep Fuzzy ditemukan oleh ilmuwan asal Amerika. Namun, katanya lagi, ternyata awalnya di sana konsep ini diremehkan. Untunglah orang-orang Jepang yang pikirannya terbuka mulai mempelajari konsep logika ini. Hingga akhirnya, logika Fuzzy mulai diterapkan pertama kali pada kereta api supercepat Shinkansen.

Katanya -lagi-, konsep fuzzy digunakan sedemikian sehingga penumpang yang sedang berada di atas kereta yang sedang berjalan dengan kecepatan tinggi seolah-olah sedang berada di kereta yang diam. Hebat kan? Konsep ini pun digunakan pada mesin cuci pintar. Mesin cuci ini bisa mengatur kecepatan putaran air dari tingkat kekotoran pakaian yang dimasukkan.

Itu baru konsep dan sejarahnya. Cara ngitungnya? FUZZYNG 😀
Begitu sekian dulu ceritanya.
*Rangkuman dan terawangan dari catatan kuli ah yang amburadul*

0 Thoughts.

Ada komentar?

%d bloggers like this: