2011

Sudah lewat dari 2011, dan sudah nggak zaman untuk nulis resolusi sepertinya. Tapi tak apa, toh masih di awal bulan, jadi masih ada waktu sisa 11 bulan ke depan yang harus diisi dengan rencana-rencana dan agenda supaya tahun ini bisa lebih baik dari sebelumnya.

Inginnya menulis tentang resolusi, tapi kata teman saya, buat apa buat resolusi, ketika ujung-ujungnya nggak dikerjakan. Atau dikerjakan karena itu sudah jadi kewajiban. Jadi apa pentingnya? 😀

Sebelum menulis resolusi (kalau memang ada), lebih baik menulis cerita di 2011. karena di tahun ini saya banyak mengalami hal menakjubkan, yang baru, dan tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Ya, makanya saya tulis judulnya 2011, bukan resolusi. Toh tiap hari selalu baru, jadi kenapa harus menunggu tahun baru kalau mau bikin resolusi?

Baiklah, tidak usah terlalu panjang prolognya. Kita mulai cerita saja dari awal 2011. Sebenarnya ceritanya dimulai sejak akhir November 2010. Waktu itu, ketika sedang makan-makan bersama dia, dia, dan temannya, tiba-tiba ada SMS yang mengubah jalan hidup saya setahun ke depannya. Kaget dan tentu saja bahagia (sekaligus siap pusing) dengan kabar itu.

Maka awal Januari mulai lah saya kembali menjadi seorang pelajar yang harus duduk di kelas mendengarkan petuah dosen. Tapi ada masalah: SAYA BUTUH LEPTOP. Yup, dengan jurusan yang setiap saat membutuhkan komputer, laptop mau tak mau menjadi kebutuhan utama. Apalagi tidak ada lagi buku berbentuk kertas, semuanya pdf. Selama matrikulasi, saya suka bengong sendiri karena tak bisa ikutan praktek.

Untung saja ada sedikit keajaiban. Alhamdulillah, ternyata saya bisa kredit leptop ke kakak saya. Walaupun dengan harga yang JAUUUUH lebih mahal, namun nggak ada pilihan lain. Setidaknya saat itu. Akhirnya dengan semangat nekad saya menjadi kreditur.

OK masalah sedikit teratasi. Singkat cerita dengan leptop merah marun yang ternyata barang ilegal alias BM itu saya mengerjakan sebagian besar tugas. Meski memorinya terbatas, namun masih dapat diandalkan. setidaknya jika melihat nilai akhir semester awal, alhamdulillah..

Lalu masuk bulan Mei, bulan yang seharusnya libur, namun dimanfaatkan untuk semester pendek. Artinya tidak ada libur. Setelah beres UAS langsung masuk lagi. Capek memang, dan bukan ini yang jadi masalah. Masalah datang ketika dari kantor saya diharuskan pindah ke luar kota. Membantu dua teman saya yang sedang banting tulang mengembangkan media baru di sana.

Sebenarnya kalau saya sedang tidak sekolah, dengan senang hati saya pindah ke sana. Cari suasana baru, dan mungkin cari jodoh :D. Tapi masalahnya saya SEDANG SEKOLAH!

Setelah diskusi dengan orangtua, akhirnya saya putuskan untuk minta ke bos besar agar mengurungkan niatnya memindahkan saya. Tapi ternyata sudah terlambat, saya dminta untuk dicoba ke sana dulu. Saya bingung. Saya tak mau sekolah saya gagal hanya karena harus pindah kota. Apalagi niat awal waktu pindah kerja dari guru menjadi buruh tinta, salah satunya supaya bisa kumpulkan bekal buat sekolah lagi.

Maka keputusan itu datang: Saya putuskan mengundurkan diri. Berat memang, karena saya sudah hampir 2 tahun kerja di sana. Tapi hidup adalah pilihan. Untungnya saya ditawari kerjaan oleh salah seorang senior jurnalis yang sekarang jadi bos saya. Di tempat kerja yang sekarang. Meski harus kembali ke lapangan (dan konsekuensinya jarang banget masuk 🙁 ) saya masih bisa mendapat penghasilan.

Sekarang sudah 2012. Apalagi kejutan di tahun ini? Yang pasti, tahun ini saya sudah harus angkat kaki dari kampus. Bukannya tidak betah, tapi kalau sampai molor, saya harus nombok, dan itu berat :(. Jadi doakan saja supaya saya bisa segera lulus :D. Amiin.

 

 

0 Thoughts.

  1. wesss…….. itu ada web saya disebut 😀

    semangat kakak.. emang udah 2 tahun ya?? cepet yah.. 😀

    kan kejadian itu salah satu awal sejarah saya bisa sekolah lagi hihi
    OLEH OLEH MANA OLEH OLEH

Ada komentar?

%d bloggers like this: