Ngedrop

Bukan, ini bukan ngedrop gara-gara nilai Perpasive saya B. Bukan juga karena presentasi saya yang gagal. Apalagi gara-gara siset yang belum mulai-mulai dikerjakan. Saya tegaskan, bukan saya yang ngedrop walaupun memang kecewa sama hasil kuliah semester ini.

Ini tentang HP saya. Tepatnya handphone Nokia E-63 saya yang baterenya mulai hidup segan mati jangan dulu. Tentang ponsel pintar pertama yang saya beli dari uang keringat sendiri. Memang kenapa?

Ceritanya, ponsel ini sangat membantu pekerjaan saya selama ini sebagai tukang gosip selama sekitar 6 bulan ke belakang. Tiada hari bekerja tanpa gadget -yang kata saya- cukup canggih ini.

Ya, sebagai tukang gosip yang berburu narsum, hanphone yang punya kibor qwerty memang sangat membantu. Saya nggak perlu lagi nulis dalam bloknote. Saya nggak perlu lagi galau kalau nggak bawa pulpen. Sedikitnya saya menyelamatkan dunia karena mengurangi penggunaan kertas :D.

Sejak dibeli (bekas) pada sekitar akhir 2009 lalu, Nokia ini jarang bermasalah. Ya dibandingkan BB yang katanya sering ngehang sehingga harus direstart, saya rasa Nokia lebih baik.

Tapi barang apapun ketika dipakai berlebihan tentu saja bakal cepat rusak. Setidaknya produktivitasnya baka terus menurun. Begitu juga dengan EGE saya, terutama baterenya.

Beberapa bulan ke belakang, kinerja batere sudah mulai agak berkurang. Setiap hari saya minimal harus ngecas HP dua kali. Pertama biasanya dicas pas malam ketika pulang, lalu ketika kerja. Biasanya siang atau sore. Ya sekadar agar bisa ngetik di HP.

Tapi belakangan, kinerja batere menurun tajam. Masa hidup batere semakin singkat. Kalau biasanya bisa tahan hingga 8-10 jam, sekarang paling haya 6-7 jam. Akibatnya hp jadi sering dicas -_-. Seperti sekarang, padahal tadi sore sebelum berangkat kerja, HP sudah dicas hampir seharian. Eh pas malamnya sudah habis lagi.

Memang sih kinerja HP cukup berat. Dua aplikasi hampir pasti selalu jalan, yakni whatsApp dan Emoze buat kirim-terima email. Selain itu browser Opera Mini pun cukup sering digunakan. Apalagi ketika kemarin-kemarin ketika sering di lapangan. Maka nggak heran baterenya cepat habis.

Sepertinya saya harus ganti baterenya. Tapi saya nggak tahu harganya berapa. Katanya sih masih di bawah Rp50 ribu. Saya nggak tahu apa seharga itu sudah dapat batere asli atau made in china.

Atau ini tandanya saya harus ganti ke Android? 😀

0 Thoughts.

  1. Wah, turut berduka atas ‘sakaratul-maut’-nya batre EGEnya ya…

    Tips, jangan beli gadget yg mahal2 kang, dijamin bakal hanjakal.. Lah, cuma sebulan harga langsung anjlok kok.. 🙂

    Sepertinya android keputusan terbijak untuk mendukung sesi gosip-nya.. :mrgreen:

    Betewe.. Nice blog.. (sy jg lg ngebangun web.id nih… 🙂 )

    Sim kuring,
    Asepsaiba

Ada komentar?

%d bloggers like this: