Ketika robot bermain bola

Awal Maret, artinya waktu deadline semakin dekat. Harus lebih serius lagi mengerjakan siset. Nggak ada lagi jadwal nonton The Big Bang Theory atau Sherlock. Juga buka 9gag (walau nggak janji :D). Ok, sebagai bukti keseriusa, mari kita mulai dengan menulis blog :mrgreen:. Tentu saja sekarang ada hubungannya dengan proyek siset: robot maen bola. Memangnya bisa?

Pertama-tama, jangan bayangkan robot seperti Robocop atau Astroboy atau Doraemon. Buang jauh dulu imajinasi seperti itu. Robot yang digunakan dalam sepak bola ini beragam, mulai yang bentuknya hanya berupa kotak beroda, sampai yang canggih seperti Nao.

Mirosot sedang beraksi

Oke, pertama kita mulai dari sejarahnya dulu. Robot sepak bola atau robosoccer adalah sebuah proyek internasional yang tujuannya mendukung penelitian di bidang kecerdasan buatan atau dalam bahasa kerennya artificial intelligence dan bidang yang lainnya. Tujuan akhir dari penelitian ini adalah menciptakan sebuah tim sepakbola yang pemainnya terdiri dari para robot dan bisa bertanding dengan manusia.

Ini dia si Robot Nao

Nah gagasan ini katanya berawal dari ide yang dikemukakan pak Alan mackworth dari University of British Columbia, Kanada pada 1992. Dalam sebuah papernya, pak Alan mengatakan bahwa pada 2050 mendatang ada sebuah tim sepakbola robot yang dapat bertanding dengan tim manusia terbaik dunia.

Sejak itulah penelitian dalam bidang ini mulai marak dilakukan. Seperti yang dilakukan oleh para peneliti dari negeri Sakura, dengan membuat liga sendiri, Robot J-League. Tak hanya di Jepang, di negara Kim Nana pun penelitian ini marak diteliti. Pada 1996, dibuatlah kompetisi internasional pertama mengenai robot soccer di KAIST, Korsel. Dari kompetisi ini pula lahir salah satu asosiasi sepak bola robot internasional, yaitu FIRA atau Federation of International Robotsoccer Association.

Nah selain FIRA, ternyata masih ada lagi asosiasi yang menyelenggarakan kompetisi sepak bola setiap tahunnya. yang pasti bukan FIFA apalagi PSSI pimpinan Djohar yang timnasnya dibantai sukses oleh Bahrain. Mereka tergabung dalam Robot World Soccer Inisiative atau RoboCup. Seperti halnya FIRA, asosiasi ini pun menyelenggarakan kompetisi robot sepak bola.

Di antara dua asosiasi itu menyelenggarakan berbagai jenis kompetisi sepak bola. Tentu saja semua pemainnya robot, bukan manusianya. Apa saja macamnya itu? Nanti saja saya kasih tahu. Sekarang cukup sekian saja tulisannya 😀

Hore kampus juga punya! Tapi belum bisa dipakai :|

[adsense_id=4]

7 Thoughts.

  1. sepak bola ma manusia aja.. untuk saya ga menarik, apalagi ma robot 😐

    tapi kyknya klo untuk teknologi robotnya sih saya masih tertarik 😀

  2. Pingback: Tentang Sepakbola Robot (Robocup) » Kampung Robot

  3. waow,
    robot sudah berkembang menjadi sangat bagus ya, fungsinya juga beragam, mungkin kedepan robot bisa seperti di film film fiksi, canggih dan mengerikan juga, hahaha

Ada komentar?

%d bloggers like this: