Belajar (lagi) Processing

SEMUA berawal dari iseng klik email dari coursera. Ternyata sudah setahun saya punya akun di sini, dan sudah dua kali daftar kuliah di sana (dan dua-duanya tidak tamat :D). Padahal banyak ilmu yang seharusnya bisa saya pelajari di sana. Tapi ya mau bagaimana lagi, ketika kesibukan menjadi alasan, kuliah pun ditinggalkan hehe.

Maka untuk kali ini, saya bertekad untuk mengikuti kuliah gratisan itu sampai tamat. Semoga. Karena itu, saya hanya ikut satu mata kuliah saja, yakni tentang mobile app di Android. Semoga aja saya bisa ikut belajar, mumpung punya ponselnya.

Dan ternyata tools yang dibutuhkan untuk belajar di kuliah ini bukan eclipse yang biasanya dipakai teman-teman saya yang suka ngoding untuk membuat program Android. Tools itu adalah Processing. Program yang pernah saya lihat waktu masih ngulik pratesis dulu, ketika belajar ngoding di Arduino. Aplikasi ini ternyata keren juga, selain bisa buat ngoding di Arduino, juga bisa untuk Android. Bahkan juga JavaScript.

Sayang beribu sayang, untuk menginstal modul Android ternyata susah juga. Harusnya gampang, karena ada menu khusus, tinggal klik Add mode, lalu terbuka window baru, lalu klik saja instal mode Android. Di Processing yang saya unduh (versi 2.0.1), proses unduhnya sangat lama, padahal sudah pakai koneksi kantor yang cukup kencang.

Untung ada Google. Setelah mencari-cari link yang tepat, ketemu lah dengan link ini. Ternyata caranya mudah saja, unduh berkas mode yang dicari, masukkan ke folder mode di my document (saya pake windows), dan restart ulang aplikasinya. Bisa deh.

Masalah selesai? Ternyata tidak. Waktu coba satu contoh program, ternyata file apk-nya nggak mau masuk ke Android saya. Sempat dikira masalahnya di Processing yang nggak bisa baca keberadaan ponsel saya, setelah googling, ternyata masalahnya ada di komputer saya. hadeuh.

Jadi, meski Hp saya kebaca sama laptop (sehingga bisa akses data di hp lewat Explorer), untuk drivernya ternyata belum kebaca. Menurut Google, saya harus unduh drivernya dari Sony. Tapi masalahnya, Sony ternyata nggak menyediakan driver buat Xperia J saya. Huh abong HP murah, dianaktirikan ๐Ÿ˜

Tapi Sony punya solusi. Kata dia, saya harus instal PC Companion. Ya sudah, bermodalkan modem semarpren yang koneksinya ancur-ancuran, saya unduhlah si PC Companion. Hasilnya? Alhamdulillah HP saya kebaca sama si processing (dan juga Android studio) hehe.

Sudah ah. Tulisan seriusnya sekian dulu. Mau lanjut kerja dulu. caw.

0 Thoughts.

Ada komentar?

%d bloggers like this: