Selamat lebaran

WALAUPUN telat, saya mengucapkan selamat Lebaran 1436 H. Taqobbalallahu minna wa minkum. Lewat tulisan ini, saya mau minta maaf karena tidak minta maaf. hehe.

siap salat id

Lebaran tahun ini memang luar biasa. Berbeda dengan Lebaran tahun sebelumnya. Bukan, bukan karena jumlah yang nanya kapan kawin makin sedikit. Bukan itu. Dibandingkan tahun lalu, rasanya baru kali ini waktu kapan lebaran belum jelas hingga detik-detik akhir.

Setidaknya buat keluarga Persis yang biasanya sudah jauh-jauh hari dengan pede menyatakan kapan waktu 1 Syawal tiba. Tahun ini, hingga akhir Ramadan, banyak yang masih bingung kapan lebaran tiba. Hingga sebelum maghrib, semua orang di kampung saya masih yakin salat Id bakal digelar Sabtu, sesuai surat edaran dari PP.

Makanya, semua orang masih tenang-tenang saja menyiapkan lebaran, karena menganggap masih ada satu hari lagi, Jumat. Ibu-ibu belum semuanya menyiapkan kupat dan makanan khas Lebaran. Sementara bapak-bapak pun belum membereskan laporan zakat dan menyiapkan lapang buat pelaksanaan salat Id.

Saya pun yang biasanya sejak 2 hari sebelum lebaran ikut sibuk beberes laporan zakat fitrah, hari itu cuma santai-santai di rumah membereskan film seri. Malah siangnya sempat ke kota dulu momotoran. Bahkan sampai sebelum Isya, saya belum ke masjid lagi bantu-bantu ngetik data muzaki dan mustahik.

Namun tiba-tiba negara api menyerang. Seusai buka di rumah lalu nonton berita yang sedang menyiarkan sidang isbat, diputuskanlah lebaran jatuh hari Jumat, 17 Juli.

Meski pemerintah sudah mengumumkan kapan lebaran, keluarga masih kebingungan, Persis kapan? Bahkan nenek saya malah mau tarawehan :D. Untunglah ada edaran dari pusat bahwa lebaran mengikuti pemerintah. Artinya besok hari. Artinya semua harus beres malam ini. Zakat. Lapang. Dan terutama, ketupat bersama teman-temannya.

Mari bereskan laporan

Semua pun mulai sibuk. Ibu-ibu mulai sibuk di dapur, sementara yang laki-laki bergegas ke masjid dan lapangan: membereskan shaf untuk salat, menyiapkan sound systemnya, dan membereskan administrasi zakat. Saya pun bergegas ke masjid (padahal belum isya :D). Karena sejak kemarin malamnya saya sudah disuruh bereskan data zakat, yang belum saya sentuh sama sekali.

Untunglah, bagian administrasi dan tetekbengeknya dikerjakan bertiga. Saya, sepupu, dan paman. Di masjid -karena madrasah yang biasanya digunakan sudah dibongkar dan belum dibangun lagi- masing-masing laptop mengerjakan tugas berbeda. Saya kebagian ngetik para mustahik yang hingga malam belum semuanya terkumpul, paman saya ngurus bagian laporan muzaki dan persentase pembagiannya, dan sepupu saya kebagian menyatukan laporan dan mencetaknya.

Kulak beras

Alhamdulillah, sekitar jam 10 malam, semuanya sudah beres. Beras sudah dibungkus, daftar mustahik sudah dicetak dan dibagikan ke masing-masing petugas, dan laporan sudah beres disusun dan siap dilaporkan. Lapangan futsal yang bakal jadi tempat salat id pun sudah beres. Artinya, kami siap berlebaran, pemirsa!

Cuma sayang, ternyata kupat belum selesai dibuat, sehingga pas lebaran kami langsung makan nasi plus opor ayam 😀

Sekali lagi, selamat lebaran, pemirsa!

1 Thought.

Ada komentar?

%d bloggers like this: