Ganti baterai laptop

Sejak dikasih (pinjam) Macbook oleh kantor pada Juli setahun silam, nasib laptop pribadi yang biasanya menjadi senjata utama untuk mencari nafkah menjadi agak terbengkalai. Kondisinya kadang mengkhawatirkan, hanya teronggok di sudut lemari pakaian.

sekadar ilustrasi

sekadar ilustrasi laptop lenovo

Kondisi laptopnya masih baik-baik saja, kecuali kondisi keyboard yang harus sudah diganti karena kunci untuk kursor kanan sudah mati. Bahkan kalau mau dibandingkan, spek laptop Lenovo G40-70 punya saya dengan Mac punya kantor sebenarnya masih lebih baik laptop saya. RAM Mac punya kantor cuma 8GB dengan SSD yang sangat amat terbatas sekali, 128GB. Sementara RAm di laptop Lenovo sudah saya upgrade mentok jadi 16GB dengan SSD 256GB (plus HDD bawaan sebesar 500GB).

Jadi untuk kebutuhan develop Android, laptop saya masih bisa bersaing. Tapi ya pesona mac memang susah ditandingi ye kan. Apalagi kalau dibawa untuk “kerja” di cafe-cafe cantik, pesonanya tidak tertandingi sama si Lenovo. Karena pesona itulah akhirnya saya jadi jarang menyentuh Lenovo.

Demi agar supaya saya tidak semakin kecanduan dengan produk Apel itu (dan karena izin beli mac bekas masih belum dapat persetujuan dari Menteri Kuangan alias istri tercinta), mau tak mau saya harus kembali membiasakan diri bekerja dengan Lenovo. Setidaknya ketika di rumah. Karena itulah saya kembali mengeluarkan laptop ini dari tempat peristirahatannya di lemari pakaian.

Selain kondisi keyboard yang sudah harus diganti, kondisi baterai pun sangat memprihatinkan. Saya lupa sejak kapan baterai laptop Lenovo menjadi tidak bisa dicharge. Kondisinya selalu 0%. Padahal seingat saya, saat masih sering dipakai, kapasitas baterai masih ada, meski hanya di kisaran 20-30% dari kapasitas awal.

Karena itulah, pada Rabu (15 Mei 2019) lalu saya ke BEC untuk berburu baterai. Seminggu sebelumnya saya sudah survei, dan harganya ternyata bervariasi, mulai sekitar 400-ribuan hingga 600-ribuan rupiah. Karena belum ada hilal turunnya THR kapan, akhirnya saya beli baterai yang harganya paling murah di toko Zoona Notebook (Ya, zoona, dengan double ‘o’) yang letanya di Lantai 1 (bukan promosi).

Di toko ini, baterai untuk seri Lenovo G400S dibanderol Rp420 ribu. Lumayan murah lah ya. Saat dicoba, laptop bisa menerima daya dari baterai tersebut. Tapi masalahnya, GNOME tidak dapat mendeteksi keberadaan baterai tersebut. Dan sialnya, saya lupa bagaimana mengecek keberadaan baterai di Linux. Saat itu saya tidak ngeuh bahwa keberadaan baterai bisa dicek di lampu indikator di bagian depan laptop. Maklum sudah lama tidak dipakai hehe.

Dari hasil ubek-ubek berkas shell yang pernah saya buat untuk memeriksa kondisi baterai, untuk mengecek keberadaan baterai bisa menggunakan acpi -b. Hasilnya? Nothing.

Saya pikir hal ini wajar sehingga setelah beberapa kali googling (di ponsel) dan tidak menemukan jawaban, saya putuskan untuk segera pulang dan menganggap kondisinya baik-baik saja. Toh baterainya bisa dipakai sama si laptop.

Masalah mulai muncul ketika keesokan harinya saya coba kembali menyalakan laptop. Sebelumnya, sejak sahur sampai jam 8 pagi saya coba charge laptop dalam kondisi mati (setelah pada malamnya saya biarkan daya baterai habis sampai laptop mati sendiri). Malamnya, ketika saya coba nyalakan laptop dengan kondisi tidak charge, laptop tidak nyala. Duh. Pas kabelnya dicolok, baru laptopnya nyala.

Karena penasaran, saya ganti dengan baterai lama yang rusak itu, dan saat itu saya baru sadar kalau ketika kabel charge tersambung, lampu indikator bagian kanan depan laptop itu menyala. Aha.. kesimpulannya: baterai laptop memang tidak dikenali sama adaptor.

Untunglah ada garansi baterai hingga 6 bulan. Maka pada Selasa (21 Mei 2019) saya kembali ke toko Zoona untuk menukarkan baterai. Kali ini sebelum pulang saya cek dulu apakah baterainya terbaca atau tidak. Salah satu cara mengeceknya (selain pakai acpi -b) adalah dengan upower. Ini hasilnya:

$ upower -i /org/freedesktop/UPower/devices/battery_BAT0
native-path: BAT0
vendor: Lenovo IdeaPad
serial: BAT20101001
power supply: yes
updated: Fr 24 Mai 2019 06:51:15 WIB (41 seconds ago)
has history: yes
has statistics: yes
battery
present: yes
rechargeable: yes
state: discharging
warning-level: none
energy: 11,81 Wh
energy-empty: 0 Wh
energy-full: 42,84 Wh
energy-full-design: 31,68 Wh
energy-rate: 14,4 W
voltage: 13,954 V
time to empty: 49,2 minutes
percentage: 27%
capacity: 100%
icon-name: 'battery-low-symbolic'
History (charge):
1558655475 27,000 discharging
History (rate):
1558655475 14,400 discharging

Alhamdulillah, kali ini laptop dapat mengenali benda asing yang baru ini. Terima kasih bapak ibu di toko Zoona yang memudahkan saya menukarkan baterai laptop ini.

Sekian curhat pagi ini. Selamat berpuasa.

Ada komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: