Korban iklan

Tawaran diskon besar-besaran memang sangat menggoda hati ya. Nggak heran jika ibu-ibu sangat suka sama barang diskonan. Padahal bisa jadi harga dasar barang itu sama dengan harga hasil diskonan yang sudah dimark-up 😅😅😅.

Tapi itulah. Meski sudah berusaha berpikir rasional, godaan diskon memang mengalahkan segalanya. Halah. Maka akhirnya saya beli (sewa) domain dot aidi yang sedang beken itu.

Kenapa dibeli? Tentu saja karena murah. Sebelum diskon, harga per tahun domain .id adalah sekitar 500 ribu rupiah. Harga yang sangat mahal buat kantong saya yang diklaim pas-pasan. Belum buat hostingannya. Pokoknya rugi.

Tapi pandi sedang baik hati. Pada pertengahan maret lalu digelar promo domain murah meriah. Domain id cuma dibanderol sekitar 20 ribu rupiah saja! Bahkan di beberapa penyedia hosting, ada yang dibanderol 9.900 saja. Gila. Bahkan kalau beli sama hostingannya bisa gratis domainnya. Fyuh.

Maka, setelah berpikir masak-masak-yang-tak-masak-amat, akhirnya diputuskan beli domain id supaya kekinian. Toh murah ini. Masalah tahun depan diperpanjang atau nggak itu urusan belakangan 😅.

Tapi nama domainnya apa? Awalnya mau hahn.id, tapi ternyata untuk domain kurang dari 5 karakter harus langsung ke pandi, dan tentu saja harganya warbyasa. Bisa jutaan rupiah. Apalagi kalau mau 2 karakter macam hn.id, harganya bisa ratusan juta 😱.

Maka setelah berpikir sejenak, diputuskanlah namanya husna.id. Lima karakter dan sesuai nama sendiri hehe.

Nah, karena belum ada uang buat sewa hostingan, untuk sementara hostingnya di tempat gratisan dulu: github :mrgreen:. Ya sekalian belajar bagaimana bikin page statis di github sana, supaya lebih kekinian lagi.

Maka, silakan kunjungi situsnya: hanhan.husna.id

Mencoba Fesbuk Lite

DARI sekian banyak aplikasi media sosial yang sedang kekinian, aplikasi Facebook merupakan paling awal saya hapus di ponsel Xperia J saya yang sudah udzur. Selain masalah kapasitas penyimpanan yang sangat terbatas (dan juga memori yang cuma 300-an MB), juga karena facebook masih bisa diakses dari peramban. Kalau ingin itu juga.
Hari gini masih buka fesbuk?

Mari berkontribusi!

BAGI sebagian orang, Sabtu sore adalah saatnya untuk bersantai atau berlibur atau *ehem* pacaran. Tapi buat yang tak bisa berlibur atau bersantai atau *ehem* pacaran, lebih baik meluangkan waktu dengan berkontribusi. Buat diri kita bermanfaat untuk orang lain. hehe.
Saatnya berkontribusi!

Hoax!

HATI-HATI BAGI PENGGEMAR TELUR AYAM

[Wajib Dibaca]

Seperti dilaporkan Mailonline, para peneliti baru-baru ini melaporkan tentang bahaya konsentrat pada pakan ayam, yang terkandung dalam telurnya.

Tim peneliti yang terdiri dari para ilmuan dari universitas di Sheffield dan Warwick menggunakan subjek berupa ratusan kucing yang diberi makan berupa telur ayam berkonsentrat.

Hasilnya sungguh mencengangkan. Tidak satu pun dari kucing-kucing tersebut tertarik untuk memakannya. Rupanya selain dapat mendeteksi adanya formalin dalam makanan, kucing juga dapat mendeteksi konsentrat dalam telur ayam.

Penelitian ini membawa Dr. Douglass Freeman dari Departemen Teknik Material Universitas Steffield untuk membuktikan bahaya konsentrat yang ditambahkan dalam pakan ayam di negara-negara maju dan berkembang.

Menurutnya, konsentrat yang terkandung dalam telur ayam akibat penambahan bahan tersebut pada pakan ayam, dapat berakibat buruk pada perkembangan janin dan mengganggu pertumbuhan anak-anak serta dapat menyebabkan kerusakan otak.

Allahu akbar!
Sebarkan agar banyak yang tahu info ini!

WordPress yang baik hati update sendiri

Beberapa hari lalu, ketika kembali buka dashboard karena ada yang coba-coba masuk ke blog sepi ini, ada pemberitahuan dari wordpress bahwa ada update versi baru. Saat itu, blog sepi ini masih menggunakan versi 3.7.sekian.

Karena tergoda oleh pemberitahuan bang Matt, maka diupdate lah itu barang ke versi terbarunya, yakni versi 3.8. Toh update wordpress sekarang mudah kan yah, tinggal klik update, maka WP update otomatis, tanpa harus kita unduh dulu itu barang secara manual.

Sebagainya hanya pengguna biasa, saya nggak tahu ada perbaikan apa di versi terbaru WP itu. Yang pasti sekarang dashboardnya semakin mirip versi WP gratisan. Oh iya, juga setelan bahasa Sunda yang sempat dipakai di blog ini menghilang. Jadi pakai bahasa inggehis lagi. Ah, padahal pakai Basa Sunda itu menyenangkan, bang Matt!

Lalu, beberapa waktu kemudian, ketika saya belum buka blog ini lagi, ada pemberitahuan lewat email bahwasanya blog saya ini sudah melakukan update otomatis ke versi 3.8.1.

Lah, kapan saya update itu barang? Kok sudah pakai yang terbaru lagi? Padahal saya jarang update langsung ke versi terbaru. Banyak alasannya. Tapi yang pasti sih karena malas :D.

Saya baru tahu kalau di WP, mulai versi 3.7 ada fitur update otomatis. Anehnya, waktu saya pakai versi 3.7, itu barang kok nggak update otomatis ya?

Ya sebenarnya dengan adanya fitur ini, pengguna yang malas dapat memanfaatkan fitur ini supaya blognya tetep uptodate meski postingannya kosong melompong. Jadi, harusnya fitur ini bagus untuk saya yang pemalas. Tapi saya terlalu malas untuk mengaktifkan fitur ini :|.

Masalahnya, bisa jadi versi terbaru WP itu ternyata nggak kompatibel dengan tema yang digunakan, atau plugin yang dipasang. Bagaimana kalau ketika sudah diupdate ternyata situsnya malah hancur? Apakah bang Matt mau tanggung jawab?

Untunglah, bagi yang tak malas googling, ada cara supaya WP tak langsung update otomatis. Caranya, menurut situs ini, adalah dengan menonaktifkan fitur tersebut. Simpel kan?

Iya, simpel, tapi tetap saja bagi saya ribet karena harus ubah file wp-config.php, dan saya terlalu malas untuk mengubah berkas itu. Maklum bukan prohremer…