Palindrom’s Day

Apa itu palindrom? Menurut Wikipedia, palindrom adalah

sebuah kata, frasa, angka maupun susunan lainnya yang dapat dibaca dengan sama baik dari depan maupun belakang (spasi antara huruf-huruf biasanya diperbolehkan). Kata “palindrom” berasal dari bahasa Yunani: palin (“balik”) dan dromos (“pacuan kuda”).
Menurut buku Mother Tongue: English & How It Got That Way (hal. 227): “Palindrom … berumur setidaknya 2.000 tahun.”

Continue reading

Bisakah Baca Pi Ini?

SEPERTINYA bilangan Pi (pi ) sudah dikenal sejak kita belajar menghitung luas atau keliling lingkaran. Pokoknya yang bulat-bulat. Biasanya, untuk memudahkan (apalagi untuk anak SMP atau SMA), Pi bisa diganti dengan 22/7. Jika mau gaya-gayaan, bisa menggunakan 3.14.

Tapi kita tahu juga bilangan Pi tidak hanya sampai 3.14 saja. Kalau perhitungannya mau akurat, biasanya angka di belakang 3 suka rada banyak, contohnya 3,141592653589793 (angka ini digunakan KCalc untuk menghitung Pi).

Continue reading

Menjadi Pemateri

Seumur-umur, perasaan saya belum pernah didapuk menjadi pemateri. Apapun acaranya. Kalaupun pernah, hanya sebatas dalam pelatihan kecil atau responsi. Itu juga sangat jarang. Maka ketika panitia dari Himatika UPI (biasa disebut HU) meminta menjadi pemateri Seminar TA, sempat bingung juga. Apa yang mau disampaikan? mau bicara tentang bagaimana mengerjakan TA yang cepat, nggak mungkin, karena saya sendiri telat.

Continue reading

Software untuk belajar Matematika

Sudah banyak software yang dibuat di lingkungan windows untuk menunjang kuliah anak-anak matematika (atau mereka yang suka bergaul sama yang namanya perhitungan 🙂 ). Contohnya Maple, untuk praktikum Kalkulus dkk, SPSS atau Minitab buat praktikum statistik, Cabri atau Sketchpad buat belajar geometri, Matlab (belum pernah coba buat apa saja), ISETL buat belajar Aljabar, dan -tentu saja- MS Excel buat pengolahan data 🙂

Lalu apakah software-software di atas ada versi linux nya? Saya nggak tahu. Kalaupun ada, tetep aja mungkin harus beli (masa di linux masih ngebajak software? hehehe). Tapi ada beberapa software yang sependek pengetahuan saya rada-rada mirip sama program-program di atas. Yang di bawah ini beberapa yang pernah saya coba. Continue reading

Tugas Akhir: 98% Open Source!

Alhamdulillah, akhirnya beres juga kuliah ini. Ternyata, butuh waktu sampai hampir satu tahun bagi saya untuk membuat, mengerjakan, menulis, dan menuntaskan TA saya itu. Memang sih kalau untuk nulis TA nya mah cuma beberapa bulan saja.

Ada beberapa hambatan yang membuat pengerjaan TA (yang katanya sih gampang) ini menjadi begitu lama. Hambatan yang pertama ternyata MALAS! Mungkin karena dari semester sembilan kemarin saya sudah nggak ngontrak mata kuliah (selain skripsi dan sidang, tentunya), saya jadi merasa santai, nggak diburu-buru UAS atau UTS. Tapi ternyata santainya malah keterusan. Akhirnya, tadinya mau sidang bulan Februari jadi nggak jadi.

Continue reading

Hmm.. Ternyata Tegang Juga

“Kapan wisuda?”

“Udah lulus?”

“Lila-lila teuing kuliah teh!”

Akhirnya setelah hampir setahun menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti di atas, jadi juga saya sidang. Selama setahun ini saya suka bingung mau jawab apa kalau ada pertanyaan kayak gitu. Padahal kuliah “baru” lima tahun hehe… Atau karena sekarang trennya kuliah itu cuma 4 tahun yah?

Yah mudah-mudahan saja saya diberi kemudahan sedemikian sehingga bisa lulus. Amin..

Tapi, tegang juga ternyata rek sidang teh..