Hola!

Selamat tahun 2017 gaes!

Setelah sekian lama blog ini terombang-ambing dalam ketidak pastian dari si pemiliknya, akhirnya ada tulisan baru lagi di blog ini. Itu pun tulisan tidak jelas yang menjelaskan mengenai apologi si pemilik blog yang sampai dua bulan lebih tak pernah menulis lagi. Kasihan banget.
Tahun baru sudah lewat mzz

Tahan sebentar jarimu

Jumat 4 November kemarin sepertinya menjadi hari yang cukup bersejarah di Indonesia. Puluhan (atau ratusan?) ribu orang tumpah ke jalanan ibu kota untuk ikut aksi demonstrasi. Tapi bukan itu yang mau saya tulis di kesempatan yang berbahagia kali ini.
Mari puasa jari

Bubur

Dongeng nu rek dicaritakeun teh kajadianana taun tujuhpuluhan, jaman ti Banjar ka Pangandaran aya keneh kareta api. Kareta api gujes tea geuning, anu jandelana marolongo teu dikacaan.

Di Stasion Banjar, memeh kareta miang, aya tukang goreng hayam nanawarkeun daganganana dina nyiru. Nyiruna ditanggeuy, ditempokeun ka jalma-jalma nu geus dariuk di jero kareta api.

“Goreng hayam! Goreng hayam!” ceuk nu dagang bari cocorowokan.
Mari kita nyabu, nyarapan bubur~~

Zona nyaman

HIDUP yang begitu-begitu saja lama-lama bisa bikin bosan. Tapi hidup yang begitu-begitu saja namun bisa bikin hidupmu nyaman bisa bikin otakmu tumpul. Setidaknya menghilangkan keberanian. Tahu-tahu kamu sudah ada di zona nyaman. Dan tahu-tahu waktumu terbuang sia-sia.
Terima kasih, kamu~~