Jelajah F24


Akhirnya yang ditunggu-tunggu tiba juga. Sang topi biru akhirnya kembali merilis versi baru, Fedora 24 pada 22 Juni kemarin. Versi yang cukup lama saya tunggu. Kenapa?

Karena saya sudah tidak sabar ingin install ulang. Sudah setahun lebih fedora saya tidak pernah diinstall ulang. Setiap ada versi baru, biasanya saya cuma melakukan update menggunakan fedup. Namun untuk versi ini sudah dari beberapa bulan lalu saya ingin coba lagi install ulang.
Kembali ke Fitri dengan install ulang

dracut

SELALU ada yang baru ketika menggunakan linux. Ada pelajaran baru (untuk menyebut masalah baru :D). Begitu pun ketika saya kembali mencoba mengupgrade salah satu linux di laptop saya.  Setelah berhasil upgrade, ternyata ada linux yang pundung sehingga nggak bisa dibuka.
Dracut, bukan Dracula ya

Gnome yang tiba-tiba beku

Halo, kembali berjumpa dengan saya yang jarang nulis di sini lagi padahal sudah bayar mahal buat hostingannya. Kembali membahas si topi kucing alias Fedora Schrodinger’s Cat.

Sejak menggunakan F19 pada Juli lalu, beberapa kali laptop saya bertingkah aneh. Salah satunya ketika sedang digunakan, tiba-tiba saja berbagai aplikasi yang sedang berjalan jadi minimize.
Mari gunakan linux