Mencoba BlankOn terbaru

Seperti sudah disinggung di tulisan-tulisan sebelumnya, sekarang saya ikut-ikutan (kembali) dalam proyek BlankOn. Jika sebelumnya cuma sebagai tim hore dan pemakai, pada rilis kali ini memberanikan diri ikut di tim pemaket. Nah, mumpung koneksi XL Go sedang waras dan kuota paket hingga saat ini masih ada sekitar 30 GB, tak ada salahnya mencoba mencicipi versi terbaru dari BlankOn yang punya kode nama Uluwatu ini.

Berikut tampilan saat pertama kali booting dari cd yang dijalankan di VirtualBox. Layar hanya menampilkan warna biru saja tanpa ada yang bisa diklik. Menurut Pak Piko, ini terjadi karena masih bermasalah di gnome-sessions.

Untuk bisa masuk ke mode live, kita harus masuk ke cli dulu. Caranya klik Host+F1 (tombol host biasanya tombol ctrl sebelah kanan). Nanti masuk ke mode tty. Di sana, lakukan perintah berikut:

Jika sudah, kembali ke mode grafik dengan menekan Host+F7. Seharusnya kita sudah masuk ke DE manokwari. Berikut tampilannya.

Dari hasil perintah uname -a dan lsb_release -a terlihat bahwa nama versi dan kernelnya sudah benar. Alhamdulillah yah. Mari kita coba install. caranya, pada menu kiri atas, cari program blankon-installer, nanti muncul menu seperti ini.

Karena ini di VIrtualBox, jadi saya coba pakai semua harddisk untuk memasangnya. Setelah mengisi beberapa data, dalam sekitar 10 menitan proses instalasi selesai. Sepertinya program BlankOn Installer tidak banyak kutunya, setidaknya sudah bisa digunakan. Mari kita restart mesinnya, dan lepaskan dulu kaitan isonya. Berikut tampilan setelah diinstall ke mesin.

Ternyata setelah dipasang, tema yang dipakai kembali ke tema bawaan gnome, tidak pakai tema tebu seperti saat mode live. Logo di kiri atas pun masih logo Debian. Hmm.. ternyata kutunya masih ada.

Jadi ya begitulah, karena ini masih versi rc sekian, masih banyak kutu yang hinggap di versi ini. Semoga kutunya segera bisa ditemukan. Mari belajar membuat paket lagi, pemirsah!

Ada komentar?

%d bloggers like this: