Sejak kecil saya suka main game. Bahkan ada masanya saya sangat kecanduan main game. Mulai dari zaman Nintendo, Sega, hingga PlayStation seri awal .Meski begitu, saya belum pernah punya game konsol, hingga pada Desember 2024 saya akhirnya punya konsol. Horee.
Zaman SD-SMP, hampir tiap hari saya nongkrong di salah satu tempat rental game di dekat rumah. Lokasinya masih satu kampung, cuma beda RT saja. Tapi seingat saya, orangtua saya tidak pernah tahu bahwa saya suka main di sana. Bahkan nggak tahu bahwa anaknya itu kecanduan main game konsol.
Saking kecanduannya, saya bersama teman sempat-sempatnya masih main game waktu menjelang UN SMP. Kalau tidak salah, saat itu hari Sabtu, dan Senin depannya UN. Di saat orang lain belajar mati-matian demi bisa masuk SMA favorit, kami malah asyik main bola. Syutoooo.
Meski sangat suka main game, saya tak pernah dibelikan konsl game apapun sama orangtua. Kondisi ekonomi keluarga yang memang sedang di titik nadir membikin barang mewah macam PS maupun Sega adalah hal tersier yang mungkin nggak akan kepikiran oleh orangtua.
Kecanduan akan game PS yang saat itu memang sedang naik daun mulai agak memudar setelah masuk SMA. Saya masih sesekali main Winning Eleven maupun Mortal Kombat, tapi sependek ingatan saya, kadar kecanduannya sudah nggak terlalu parah.
Masuk kuliah, main gamenya pindah ke PC, entah itu PC yang ada di UPInet maupun PC pribadi. Game yang dimainkan kebanyakan game kasual macam Game House atapun game berbasis teks, salah satunya Kurusetra. Di masa ini, main game di konsol sudah semakin jarang. Bahkan sudah nggak pernah lagi ke rental game, apalagi saat itu rental PS sudah mulai berguguran, digantikan warnet.
Seingat saya, saya cuma 2 kali main game di konsol PS2, pertama di rumah teman yang kebetulan punya konsol, dan satu lagi main di sebuah event teknologi di Sabuga. Mainnya apalagi kalau bukan WE alias PES.
Ketika sudah mulai kerja, saya semakin jauh dari game konsol. Saat itu, main game di komputer sudah cukup, apalagi game yang dimainkan tidak membutuhkan kinerja grafis yang berat. Saya cuma main openTTD atau The Sims. Ketika sudah mengenal Steam, baru main game yang agak berat, macam City Skylines atau (lagi-lagi) PES. Tapi, kedua game itu masih bisa dimainkan di laptop spek kentang. Tidak ada alasan untuk beli konsol.
Tapi beberapa tahun terakhir, ketika teman-teman di grup maupun di sosmed suka share game konsol, jadi mulai kepikiran untuk beli juga. Entah itu Nintendo Switch, Xbox, PS4, dan terutama PS5. Apalagi ketika game keluaran zaman sekarang minta spek dewa dan kapasitas aduhai. Tapi proposal PS5 masih belum disetujui oleh menteri keuangan sejak 3 tahun terakhir hehe.
Selain PS5, Switch menjadi incaran saya. Apalagi ketika outing kantor 3 tahun terakhir, beberapa teman bawa konsol Switch dan suka main game bareng. Ternyata seru juga main badminton ataupun balapan CTR di Switch bersama teman-teman.
Untunglah, ketika saya mengutarakan keinginan untuk beli Switch ke istri, dia memberi lampu hijau. Sip, sudah SNI, tinggal uangnya. Setelah beberapa minggu riset di berbagai ecommerce dan situs review, akhirnya saya beli Switch Oled model neon plus game Sports seharga hampir Rp5 juta. Harga yang cukup mahal bagi saya yang suka mendang-mending.
Oke, kini saya punya konsol. Tapi, game apa yang seru untuk dimainkan selain Sports? Ini yang nggak saya pikirkan sebelumnya. Selama ini yang terbayang ketika punya konsol (PS) adalah main game bola. Entah itu FC24 ataupun PES alias eFootball. Tapi di Switch? Saya nggak punya bayangan game apa yang mau dimainkan selain game yang biasa dimainkan oleh kolega saat outing. Apalagi game di Switch bisa dibilang mahal-mahal, terutama game unggulan macam seri Mario mupun Zelda.
Tadinya mau coba beli FC24. Tapi dari hasil baca-baca dan nonton review di Youtube, game bola serius macam FC24 ternyata tidak disarankan dimainkan di Switch. Mungkin nggak terlalu ngangkat karena gamenya terlalu berat.
Akhirnya, setelah beberapa kali riset dan lihat-lihat game diskonan (karena anggarannya cuma 10$), game pilihan saya tertuju pada Okami HD dan game bisbol buatan Konami. Sisanya game yang bisa dimainkan sama anak saya. Meski murah, game Okami ternyata lumayan seru. Setidaknya hingga tulisan ini dibuat, saya sudah 30 jam lebih main game ini. Ternyata main game selain bola seru juga hehe.
Cukup sekian tulisan random untuk merayakan kepemilikan game konsol pertama seumur hidup saya. Mari work hard play harder yeah.