Halo, 2025


Tak disangka tak dinyana, ternyata setahun penuh saya tidak menulis di sini. Tulisan terakhir diposting tanggal 24 Desember 2024, itu lebih dari setahun yang lalu. Padahal dalam setahun ini ada banyak kejadian yang bisa (dan mau) ditulis. Tapi karena terlalu malas akhirnya cuma mengendap di kepala atau draft saja.

Baiklah, supaya tidak kosong-kosong amat, mari kita isi dengan tulisan yang lagi-lagi tidak jelas. Semacam kaleidoskop selama setahun terakhir.

Yang pertama, tentu saja tentang pekerjaan. Banyak hal yang terjadi selama setahun terakhir, namun yang paling wow adalah aksi L word yang terjadi dua kali. Pertama sebelum lebaran, dan kedua sebelum akhir tahun.

Peristiwa ini benar-benar membuat semangat kerja terjun bebas. Banyak kekhawatiran apakah kami akan menjadi korban berikutnya di fase L mendatang. Hidup memang penuh ketidakpastian, tapi menghadapi ancaman ketidakpastian dalam hal mencari nafkah sementara umur terus bertambah bikin level stres meningkat pesat. Strooonk.

Apalagi dengan perkembangan AI yang semakin advance, menjadikan profesi penulis kode bisa semakin tidak pasti dan mudah digantikan sama robot. Apakah sudah saatnya belajar beternak lele?

Yang kedua, tentang kehidupan pribadi. Mulai tahun ini anak sudah mulai masuk SD, bukan lagi anak TK. Artinya sekolahnya sudah mulai serius, bukan lagi main-main seperti waktu TK :D. Hamdallah, meski tidak masuk 3 besar, sepertinya anak saya cukup bisa mengikuti pelajaran di kelasnya di semester pertama.

Yang ketiga, masalah hajat hidup orang banyak alias politik. Ini mah males ditulis, karena sudah terlalu madesu (dan juga takut diangkut aparat wqwq). Semga warga wakanda bisa bertahan 4 tahun lagi menyaksikan segala kebodoran dan kedunguan bawahan kita. hadeuhh.

Terakhir, urusan game. Setelah beli switch, godaan beli game ternyata sangat besar. Awal-awal cuma beli game murah, namun lama-lama penasaran juga untuk beli game agak bagusan. Awalnya cuma THPS 2, game klasik yang dulu sering dimainkan ketika masih SMP-SMA di rental PS, lalu tergoda untuk meminang NBA 2K25 karena diskonnya lumayan.

Supaya ada alasan bisa main bareng anak, akhirnya beli juga Boomerang Fu yang dulu sering dimainkan di switch punya teman. Anak saya ternyata cukup suka dengan game ini. Bahkan seringkali adik-kakak main game ini (dan adiknya yang belum bisa baca ternyata kadang mainnya lebih baik dibanding bapaknya).

Terakhir, di akhir tahun tergoda untuk beli Hogwarts Legacy karena harganya jadi di bawah 10$ saja (meski di Epic ternyata dijual Rp0 alias gratis ckckck).

Meski bukan Potter head, tapi dari lama saya penasaran dengan game ini. Karena bagaimana pun, buku Harry Potter adalah salah satu novel yang punya memori indah. Masih teringat dengan jelas bahwa saya menamatkan novel seri pertama Harry potter punya almarhum paman hanya dalam waktu satu harmal saja.

Sampai tulisan ini dibuat, progres game ini baru 20% saja, dan kalau lihat videonya Miaw Aug yang bikin video game ini, sepertinya masih butuh waktu cukup lama buat saya untuk menamatkan game ini. Semoga tidak segera bosan mengingat beberapa game yang sudah saya beli akhirnya jarang dimainkan lagi, salah satunya The Survivalist 😀


Ada komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.