Salah satu distro Linux anak bangsa yang kembali bangkit, BlankOn, sudah merilis versi RC terbarunya. Meski bukan versi rilis final, distro ini sudah bisa dipakai untuk keseharian. Untuk mencobanya, silakan unduh dari sini.
Pada tulisan ini, saya tidak akan membahas bagaimana cara memasang distro Linux, karena terlalu ((mudah)). Hanya butuh tekad, ketelitian, dan partisi kosong, seharusnya bagi yang sudah terbiasa bergaul dengan Linux, cara pasang BlankOn itu relatif mudah.
Karena itu, saya akan tulis bagaimana booting Linux live (dan instal Linux lain pada umumnya) tanpa harus membakar berkas iso-nya ke DVD maupun USB flashdisk. Alasannya sederhana, flashdisk saya hilang entah ke mana. Sementara bakar ke DVD sudah tidak mungkin, karena alatnya pun sudah saya lepas dari laptopnya.
Karena beberapa (belas) tahun lalu pernah install Linux lewat chroot, saya pikir seharusnya lewat berkas iso langsung pun sudah bisa. Setelah beberapa kali googling dan tanya ke Gemini serta Deepseek, caranya cukup mudah, yaitu hanya memasukkan berkas iso tersebut di grub. Teorinya begitu.
Praktiknya tidak. Beberapa kali gagal boot, juga kernel panic.
Dari hasil percobaan bolak-balik reboot antara Ubuntu dan Debian, berikut langkah-langkahnya. Sebelumnya, unduh dulu berkas isonya dan simpan di partisi yang akan dimuat secara otomatis saat booting. Supaya mudah, saya ganti nama berkas isonya jadi blankon.iso dan disimpan di direktori /boot.
Selain itu, langkah yang saya tulis adalah untuk distro debian yang diformat pakai ext4, bukan brtfs. Beberapa kali setting grub di Ubuntu yang pakai btrfs selalu gagal tidak bisa memuat kernelnya alias kernel panic.
$ sudo mv blankon.iso /boot/
Buka berkas grub untuk entry cusom, yaitu di 40_custom
$ sudo nano /etc/grub.d/40_custom
Masukkan entri iso di sana. Karena BlankOn adalah distro turunan langsung dari debian, maka kita tidak bisa mencontek entri grub punya Ubuntu. Di Ubuntu, berkas initrd dan vmlinuz berada di direktori casper, sementara BlankOn disimpan di live. Karena itu pastikan nama direktori kernelnya sesuai. Menu entri ini merupakan hasil contekan dari isi /boot/grub/grub.cfg
menuentry "BlankOn ISO Installer" {
rmmod tpm
insmod part_gpt
insmod ext2
insmod loopback
insmod iso9660
set isofile="/boot/blankon.iso"
search --no-floppy --file --set=root $isofile
loopback loop $isofile
linux (loop)/live/vmlinuz-7.1.12+deb14-amd64 boot=live components quiet splash username=blankon hostname=blankon user-fullname=BlankOn nottyautologin findiso=$isofile
initrd (loop)/live/initrd.img-7.1.12+deb14-amd64
}
Jika sudah, simpan perubahannya (ctrol+o, enter, ctrl+x), lalu update grubnya.
$ sudo update-grub2
Kalau tidak ada halangan, seharusnya entri tersebut sudah terbaca. Kalau ternyata masih error atau malah kena kernel panic, cek lagi apakah isonya sudah benar ada di sana atau belum. Juga posisi initrd dan vmlinuz-nya sudah tepat atau belum. Kalau sudah berhasil, selamat, anda sudah berhasil booting ke BlankOn Sinambung.
Apakah jika diload dari iso masih bisa diinstall? Tentu saja bisa selama ada partisi harddisk yang akan dijadikan korban. Saya sendiri install BlankOn di partisi yang sebelumnya diinstall debian Bullseye yang sudah ketinggalan jauh.
Berikut beberapa screenshot yang berhasil diambil saat memasang BlankOn Sinambung.









