200 kilometer pertama


Dalam sebulan. Itulah hasil gowes saya selama September kemarin. Tepatnya (menurut perhitungan aplikasi Samsung Health) adalah 222,61 kilometer.

Bagi sebagian pesepeda, jarak tersebut mungkin bisa dilakukan dalam sekali gowes, tapi bagi saya yang mageran, ini sepertinya jarak terbanyak dalam sebulan sepanjang karir saya sebagai pesepeda amatir.

Ya, sejak pertengahan Agustus saya kembali memaksakan diri untuk gowes menggunakan sepeda yang saya beli 14 tahun silam. Sepeda merek WimCycle Roadtech DX 26 inci, sebuah sepeda MTB yang seringnya dipakai untuk gowes di jalan raya.

Sebenarnya sejak beberapa waktu terakhir saya sudah mulai kembali sepedaan, meski cuma sekali seminggu. Itu pun cuma sekadar komuter ke sekolah tiap Sabtu atau keliling sekitar rumah. Dari catatan Samsung, pada tahun lalu setidaknya saya gowes sepanjang 65 kilometer.

Tapi semenjak sering terpapar video Bentang Jawa di Youtube dan juga kembali nonton videonya channel GCN, akhirnya keinginan untuk kembali gowes dengan lebih serius mulai kembali muncul. Apalagi kemudian FYP di reels Instagram saya mulai diserbu konten tentang sepeda.

Maka di minggu kedua Agustus saya mulai kembali sepedaan. Awalnya cuma gowes sekitar 1 km, lalu mulai naik ke 5-7 km menjelang akhir bulan, dan ditutup gowes sejauh 16 km di 30 Agustus. Selama Agustus, saya sudah gowes total sejauh 48 kilometer. Lumayan.

Karena waktu untuk sepedaan sangat terbatas, memasuki September saya mulai coba gowes sebelum antar anak sekolah. Ada waktu hingga jam 6.30 yang bisa saya gunakan untuk olahraga, dalam hal ini tentu saja sepedaan. Karena itulah, saya usahakan sudah keluar rumah sebelum jam 6 pagi sehngga punya waktu cukup banyak untuk sepedaan keliling daerah sekitar rumah. Hasilnya lumayan, saya bisa gowes 5-10 km hampir setiap hari kerja (kalau nggak ada halangan) dan longride lebih dari 20 km tiap hari minggu (kalau dapat izin sepedaan dari istri :D).

Hasilnya, dalam sebulan akhirnya bisa tembus sampai 200 km lebih. Padahal di awal bulan saya tidak punya target untuk bisa mencapai sebanyak itu. Bagi saya yang baru kembali serius lagi sepedaan, ini jumlah yang lumayan banyak.

Jadi teringat beberapa tahun lalu, ketika zaman covid dan masih WFH tiap hari, saya pernah menargetkan untuk bisa sepedaan minimal 200 km per bulan, yang ternyata cuma jadi wacana aja ckck.

Setelah berhasil mengumpulkan akumulasi 200 km sebulan, kini saya punya target baru. Nggak muluk-muluk, target saya adalah bisa sepedaan sampai 50 km dalam sekali gowes. Dari catatan Strava sejak 2014 lalu, jarak terjauh yang saya tempuh baru 46 km, waktu saya sepedaan sendirian ke Ciwidey. Sebenarnya waktu 2017 pernah juga sepedaan jauh, dari Banjaran ke Pangalengan. Tapi waktu itu karena belum pakai smartwatch, jadi catat aktivitasnya pakai ponsel langsung, jadinya terbagi dua. Kalau ditotal, sepedaan ke Pangalengan itu menempuh jarak sekitar 48,5 km.

Semoga saja sebelum 2026 berakhir, saya bisa kembali memecahkan rekor tersebut. Tapi seelum itu, mari kita upgrade dulu sepedanya supaya gaya~


Ada komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.