malabar terbakar

salah satu gunung di bandung selatan, yang deket ke kampungku, dari jumat lalu terbakar (lagi). saya tahunya waktu jumat malam, pulang dari kampus, dikasih tau ade, adik saya. karena penasaran, saya jadi ingin lihat kebakaran itu. tapi, ga kelihatan, karena sekarang gunung malabar terhalang bangunan rumah tetangga yang baru dibangun. di jalan juga ga keliatan, sebab pohonnya tinggi-tinggi. akhirnya saya kembali ke rumah dengan kecewa. sieun seuneuna kaburu pareum!!

besoknya, sabtu pagi -agak siang- waktu mau ke kampus coz ada pelatihan penulisan feature bareng mas ikram, sengaja motor saya jalankan lambat, agar bisa lihat gunung terbakar. tapi yang kelihatan cuma asapnya saja. sepertinya wilayah yang terbakar sangat luas. hal itu keliatan dari asapnya yang banyak sekali. bahkan mungkin asapanya sampai ke kamungku.

malamnya, pulang salat tarawih, dari gunung terlihat api masih menyala. dan sepertinya bertambah luas, karena semakin mendekati gunung puntang.
dan tadi pagi waktu baca koran PR, ternyata wilayah yang terbakar mencapai 300 hektar. ada berapa pohon tah yang hangus terbakar??
kebayang lamanya untuk mengganti pohon2 itu…

berita selengkapnya baca aja PR.

setahu saya malabar sudah berkali-kali terbakar. yang terakhir waktu saya masih SD.

flu manuk

minggu kemarin ayam-ayam dikampungku banyak yang mati mendadak. tak kurang dari 5 ayam mati berturut-turut. besoknya, hari sabtu, juga ada lagi ayam yang mati. Tetanggaku banyak yang cemas, takut ayam2 tersebut mati karena flu burung. Walaupun kejadian ini sudah diberitakan di koran Galamedia, sampai sekarang ga ada satupun dari pemerintah yang mengusut kejadian ini. apa harus nunggu manusia mati dulu?
untung saja sekarang tidak ada lagi ayam yang mati. Semoga aja ayam itu bukan mati karena flu burung.