Mengenal Steve Jobs

steve [A]KHIRNYA saya kembali membaca buku, buku cetak maksudnya. Dan sampai tamat. Maklum, sudah lama saya nggak baca buku cetak, apalagi sampai tamat. Boro-boro beli buku. Kebanyakan buku yang dibaca (kalau sepat itu juga) hanya selewat. Seperlunya. Padahal itu untuk keperluan resensi.

Lalu seorang teman menawarkan salah satu bukunya untuk saya resensi. Buku tentang kisah salah satu pendiri Apple, Steve Jobs. Tentu saja bagi saya-yang-sangat-ingin-punya-produk-Apple-tapi-belum-kesampaian- tawaran itu saya sambut dengan antusias. Siapa tahu dengan baca buku itu ujug-ujug ada pegawai Apple yang menghibahkan Macbook Pro nya buat saya :D.
Ingin punya mekbuk

Lagi, tentang Pitaloka

GARA-GARA baca novel Pitaloka:Cahaya, saya jadi penasaran dengan tokoh legendaris Sunda ini. Apa benar sosok putri Kerajaan Sunda ini memang jago silat dan menguasai ilmu Kanuragan? Atau memang hanya imajinasi sang pengarang?

Makanya, waktu saya lihat ada buku novel Perang Bubat, saya langsung baca saja. Buku karangan Aan Merdeka Permana ini bercerita tentang peristiwa perang bubat, fakta sejarah yang masih kontroversial dan sampai sekarang masih terasa dampaknya.
Continue reading

Cerita Dyah Pitaloka

BUKAN. Ini bukan cerita tentang anggota dewan asal PDIP itu. Walau namanya (hampir) sama dan sama-sama urang Sunda, cerita ini bukan tentang dia. Ini cerita tentang putri mahkota Kerajaan Sunda. Tapi bukan kisah kematiannya di saat perang Bubat. Ini cerita jauh sebelum peristiwa memilukan itu terjadi.
Continue reading

Tuntutlah Ilmu Sampai ke Belanda

SEBUAH hadits (yang katanya belakangan ini ditengarai dhaif) menyatakan, tuntutlah ilmu walau sampai ke Cina. Atau Tiongkok menurut istilah koran Jawa Pos. Tentu artinya bukan saklek menuntut ilmu harus ke negeri tirai bambu itu. Walau nggak haram juga. Artinya, jangan hanya belajar di negeri sendiri saja, apalagi cuma di Bandung hehe. Cobalah tembus dunia, seperti kata guru Ikal di Sang Pemimpi.

Maka, banyaklah manusia Indonesia yang terbang berseliweran ke luar negeri untuk menuntut ilmu. Seperti teman saya yang sudah hampir 2 tahun di negerinya Shinosuke dan Doraemon. Dan masih ngulik soal angka dan rumus 🙂 Juga teman saya yang akhir tahun lalu juga menapaki jejak sang kawan. Tapi nggak tahu diterima atau nggak. Semoga saja diterima. Pinter pisan gituloh..

Continue reading