Sok Kenal Sok Dekat

Tahun lalu, tiba-tiba saja kalian datang mengganggu tanpa permisi. Mengganggu privasi. Berlagak seperti malaikat yang hendak menyelamatkan dunia dari kehancuran, kalian menawarkan janji-janji. Sebuah mimpi yang terasa manis. Di setiap sudut jalan kalian hadir dengan senyum yang terkesan dipaksakan. (Ah apakah kalian sebegitu pelitnya sehingga untuk senyum pun harus dipaksa? Atau karena harga bikin spanduk yang mencekik sehingga senyum kalian serasa pahit?)
Continue reading