Lebaran

Selamat lebaran. Selamat Idulfitri (tidak pakai kata ‘hari raya’, karena kata pak Ivan Lanin, Idulfitri sudah bermakna hari raya). Selamat hari raya makan-makan. Taqobbalallahu minna wa minkum. Semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah swt.

Lebaran tahun ini masih seperti lebaran tahun-tahun sebelumnya. Lebaran yang diisi silaturahmi dengan tetangga dekat setelah salat Ied. Lebaran yang dihiasi ketupat dan berbagai makanan bersantan. Lebaran yang dihiasi bermacam-maca kue, yang demi kepraktisan, tidak ada lagi yang dibuat sendiri. Cukup beli.

Juga lebaran yang selalu ada pertanyaan *sensor*. Apa nggak lelah mereka menanyakan hal yang sama setiap tahunnya? hah? hah? Tapi semoga saja semua pertanyaan itu menjadi doa. Betul? Betulin saja dah.

Tapi ada yang sedikit berbeda dengan lebaran tahun lalu. Ya, keputusan dirimu yang tiba-tiba itu membuat semuanya berubah. Negara api pun menyerang. Tak ada lagi rencana-rencana itu. Tak ada lagi wacana-wacana itu. Ya, seperti nira setitik yang merusak susu sebelanga.

Lebaran yang sendu.

Ada komentar?

%d bloggers like this: