Mencoba Flutter di Linux

Belum selesai hingar-bingar perkenalan Kotlin sebagai salah satu bahasa utama di pemrograman Android, Google kini secara resmi meluncurkan framework (atau bahasa?) Flutter kepada para pengembang aplikasi Android. Apa lagi ini?

Menurut situs resminya, Flutter merupakan framework UI yang dapat mengintegrasikan pengembangan aplikasi Android dan iOS besutan Apple. Saya kutipkan mentah-mentah dari situs resminya:

Flutter is Google’s mobile UI framework for crafting high-quality native interfaces on iOS and Android in record time. Flutter works with existing code, is used by developers and organizations around the world, and is free and open source.

Ok, berdasarkan petunjuk dari sini, cara memasang Flutter sangat gampang. Hanya tinggal unduh berkasnya (sampai blog ini ditulis sudah versi 0.2.3-beta), ekstrak, lalu ekspor path-nya. Misalnya berkas hasil unduhan tersimpan di ~/Downloads dan berkasnya akan disimpan di direktori ~/development, maka lakukan langkah seperti ini:

Supaya perubahannya permanen, ubah berkas ~/.bashrc atau ~/.zshrc (bagi yang pakai zsh), lalu masukkan baris berikut:

Setelah disimpan, lakukan perintah berikut:

Untuk mengetes apakah flutter sudah terbaca atau belum, di terminal lakukan perintah berikut:

Selain memasang flutter seperti cara di atas, kita juga dapat mencoba versi developmentnya. Tapi saya lupa bagaimana caranya, yang pasti sekarang saya pakai versi dev, yang versinya 0.2.9. Ada yang tahu bagaimana cara melakukannya? πŸ˜€ Tapi kalau penasaran tautan ini mungkin bisa dicoba.

Akhirnya, ini hasil flutter doctor di laptop saya:

Selamat berflutter-flutter ria, kawan.

Ada komentar?

%d bloggers like this: